Penimbunan bahan pokok perspektif masyarakat Bawean: Studi fiqh muamalah

Muhbibah, Khairul (2012) Penimbunan bahan pokok perspektif masyarakat Bawean: Studi fiqh muamalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08220008_Pendahuluan.pdf

Download (715kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08220008_Indonesia.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08220008_Inggris.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08220008_Arab.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08220008_Bab_1.pdf

Download (537kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08220008_Bab_2.pdf

Download (693kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08220008_Bab_3.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08220008_Bab_4.pdf

Download (637kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08220008_Bab_5.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08220008_Daftar_Pustaka.pdf

Download (193kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Dalam perkembangan ekonomi pada masa sekarang banyak mucul berbagai sistem atau cara perdagangan yang dilakukan masyarakat karena zaman semakin maju. Jenis perdagangan yang sering terjadi pada saat ini adalah penimbunan barang yang mana penimbunan barang ini dapat mengakibatkan kenaikan harga barang di pasaran. Praktek penimbunan barang ini sering terjadi setiap tahun pada saat musim kemarau dan cuaca buruk sehingga dapat mengakibatkan putusnya transportasi Gresik-Bawean. Dalam masalah penimbunan barang ini Rasulullah SAW telah bersabda didalamnya yang artinya “Barang siapa menimbun barang, maka ia berdosa. Hadist ini sangat jelas sekali tentang peringatan kepada orang yang melakukan penimbunan barang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktek penimbunan bahan pokok di pasar Tambak Bawean serta pendapat masyarakat Bawean terhadap penimbunan bahan pokok. Penimbunan bahan pokok seperti inilah yang sering terjadi ketika menjelang musim kemarau atau cuaca buruk. Dari situlah pedagang memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomelogis. Sumber datanya berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan interview, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan analisis datanya menggunakan deskriptif dengan beberapa tahapan yaitu identifikasi dan klasifikasi.

Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: praktek penimbunan bahan pokok ini sering terjadi yang mana pedagang menyimpan barang dagangannya terlebih dahulu sebelum menjual kepada pembeli. Barang-barang yang sering ditimbun oleh pedagang antara lain: bensin, minyak tanah, gas elpiji, telor, tepung, gula dan barang lainnya yang bisa disimpan dalam jangka waktu yang lumayan lama. Mengenai waktu yang diharamkan melakukan penimbunan barang menurut masyarakat Bawean dibagi menjadi tiga bagian yaitu: pendapat pertama, penimbunan barang diharamkan dalam kondisi apapun dan jenis barang dilarang untuk ditimbun. Pendapat yang kedua, penimbunan barang diharamkan pada waktu musim kemarau saja dan jenis barang yang haram ditimbun hanya terbatas makanan pokok saja selain makanan pokok tidak dilarang. Sedangkan pendapat ketika penimbunan barang diperbolehkan karena dilakukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pada waktu cuaca buruk.

ENGLISH:

In the present of economic development, many different systems appear in the community because the more advanced age. Type of trade that often occurs now is goods hoarding in which the accumulation of these items can result the rising prices of goods on the market. The practice of goods hoarding is often every year during the dry season and bad weather that can lead to break Bawean- Gresik transportation. On the issue of goods hoarding, the Prophet Muhammad SAW had said in it, which means "Those who hoard goods, then he is guilty. This hadist is very clear about the warning to the person doing the hoarding of goods.

This study aims to determine how the practice of staples hoarding in the Tambak Bawean market as well as Bawean public opinion against the staples hoarding. Staples hoarding like this is often when around the dry season or bad weather. That's how traders use to gain greater profits than before.

To achieve these purposes, researcher used fenomelogy qualitative approach. Data source in the form of primary data and secondary data. Data collection methods using interview, observation and documentation. Test the validity of the data using triangulation and data analysis using descriptive with several stages, namely the identification and classification.

In this study, it was found that: the practice of staples hoarding is often happen that where traders store their goods before selling to the buyer. These items are often hoarded by traders include: gasoline, kerosene, LPG, eggs, flour, sugar and other goods that can be stored in a fairly long period of time. About the time that prohibited the staples hoarding by Bawean divided into three parts: the first opinion, goods hoarding prohibited under any circumstances and all type of goods prohibited to be hoarded. Second opinion, hoarding of goods is prohibited during the dry season and type of illicit goods hoarded is staples, except that is prohibited. While opinion when hoarding is allowed because it is done to meet the needs of society at the time of bad weather.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Penimbunan; Bahan Pokok; Hoarding; Staples
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012799 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Dwi Aprilia Gendhis
Date Deposited: 11 Aug 2015 09:23
Last Modified: 11 Aug 2015 09:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1307

Actions (login required)

View Item View Item