Responsive Banner

Perjanjian hutang piutang dengan multiakad antara petani tebu dengan pabrik gula tinjauan kompilasi hukum ekonomi syariah: Studi di Pabrik Gula Krebet Baru Desa Krebet Kecamatan Bululawang Malang

Hamidah, Nurul (2018) Perjanjian hutang piutang dengan multiakad antara petani tebu dengan pabrik gula tinjauan kompilasi hukum ekonomi syariah: Studi di Pabrik Gula Krebet Baru Desa Krebet Kecamatan Bululawang Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Full Text)
14220093.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Transaksi ekonomi yang semakin berkembang memuculkan perjanjian-perjanjian yang terkumpul menjadi satu yang di sebut dengan multiakad (al-‘uqûd al murâkkabah). Hukum multiakad dalam islam berbeda-beda. Hukum tersebut ada yang diperbolehkan selama tidak melanggar batas-batas yang ditentukan. Praktek multiakad sendiri akan memiliki hukum berbeda ketika akad-akad yang tergabung berdiri sendiri dan ketika akad-akad tersebut digabung menjadi satu dalam suatu transaksi ekonomi. Praktek multiakad salah satu contohnya nya di terapkan dalam perjanjian hutang piutang di pabrik gula Krebet.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana praktik perjanjian hutang piutang dengan multi akad antara petani tebu dengan pabrik gula di PG. Krebet 2) Bagaimana perjanjian hutang piutang dengan multi akad antara petani tebu dengan pabrik gula di PG. Krebet tinjauan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang di gunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen.

Hasil dari penelitian ini adalah akad dalam perjanjian hutang piutang di pabrik gula Krebet merupakan kumpulan dari beberapa akad yaitu akad syirkah, akad qardh, akad kafalah, dan akad wakalah bil ujrah. Beberapa akad tersebut telah sesuai dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Multiakad yang di gunakan tergolong ke dalam akad bergantung (al-’Uqûd al-Mutaqâbilah) yang dibuktikan dengan keterkaitan akad-akad yang satu dengan yang lainnya untuk mewujudkan kelancaran produksi gula. Hukum multiakad pada pabrik gula diperbolehkan karena praktek yang terjadi di lapangan akadnya berdiri sendiri antara akad tabaru’dan akad muawadah.

ENGLISH:

Economy transaction development arise many contracts which compilate into one (Al’uqud al murakkabah). Multicontract law in Islam has different type. There is type of law which is allowed to execute as long as it does not violate the specified limits. Multicontract practice itself will have different laws when the merged contracts stand alone and combined into one in an economic transaction. One of Multicontract practice example is the implementation of debt payable agreement at the Krebet sugar factory. The problems of study in this research are 1) How is debts and Receivables agreement with multi-agreement between sugarcane farmer with sugar factory in PG. Krebet? 2) How is debts and Receivables agreement with multi-contract between sugarcane farmers and sugar mills in PG. Krebet as viewed by The Compilation of Islamic Economic Law.

This research use juridical empirical research with phenomenology approach. Sources of data in this research are primary and secondary data. The data collection are using interviews and document studies.

The result of this research is contracts in debts and receivables agreement in Krebet sugar factory is one of a collection of several contracts namely akad syirkah, akad qardh, akad kafalah, and akad wakalah bil ujrah. Some of these contracts are in accordance with the Compilation of Islamic Economic Law. Multicontract uses are include into the dependent contract which is proved by relationship with each other to realize the smoothness of sugar production. Multicontracts law on sugar factories is permitted because the practices that was occur in the field are stand alone between akad tabaru’ and akad muawadah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arfan, Abbas
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDArfan, AbbasUNSPECIFIED
Keywords: Hutang Piutang; Multiakad; Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah; Debts and Receivables; Multicontract; Islamic economic Law Compilation
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Durrotun Nafisah
Date Deposited: 20 Feb 2019 09:00
Last Modified: 20 Feb 2019 09:00
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12892

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item