Responsive Banner

Poligami Perspektif Siti Musdah Mulia: Studi Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kota Malang

Fitria, Zahrotul (2018) Poligami Perspektif Siti Musdah Mulia: Studi Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14210018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Poligami merupakan bentuk perkawinan yang masih menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat khususnya di Indonesia. Salah satu seorang feminis Indonesia Musdah Mulia, menentang poligami bahkan mengatakan poligami haram. Secara syari’at dan Undang-Undang poligami diperbolehkan dengan berbagai syarat yang ditentukan. Oleh karena itu, sangat menarik mengkaji ulang poligami perspektif Musdah Mulia dengan pandangan Tokoh organisasi terbesar Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) pandangan tokoh organisasi Nahdlatul ulama dan Muhammadiyah terhadap pemikiran Siti Musdah tentang poligami dan (2) perbandingan pendapat tokoh organisasi Nahdlatul ulama dan Muhammadiyah terhadap pemikiran Siti Musdah tentang poligami.

Jenis penelitian ini termasuk penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diambil yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak yang terkait yaitu kepada delapan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah beserta BANOM perempuannya, seperti Aisyiyah dan Muslimat. Selain data primer dari hasil wawancara, juga menggunakan buku-buku karangan Siti Musdah Mulia.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat para Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyyah tentang poligami prespektif Musdah adalah (1) Terdapat pendapat yang setuju dengan alasan banyaknya fenomena ketidakharmonisan dan niat yang salah dalam poligami, sedangkan pendapat yang tidak setuju beralasan bahwa poligami juga mendatangkan kebahagiaan. Pendapat yang setuju jika merujuk pada Undang-Undang Perkawinan yang menganut azas monogami bahwa pria hanya diperbolehkan untuk memiliki seorang istri. Sedangkan pada pendapat yang tidak setuju, poligami sesuai dengan surat an-nisa ayat 3 yang secara umum membolehkan praktik poligami dalam Islam. (2) Perbandingan diantara kedua Tokoh tersebut terdapat persamaan dalam menggunakan dalil al-Qur’an surat An-Nisa ayat 3 serta alasan diperbolehkanya poligami dan berbeda dalam menggunakan dalil makna adil. Pendapat kedua tokoh tersebut, jika ditinjau dari fiqh, poligami diperbolehkan sudah diatur dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 3, begitu juga jika ditinjau dengan UU perkawinan poligami diperbolehkan dengan berbagai syarat yang mendesak seorang untuk melakukan poligami.

ABSTRACT

Polygamy is a form of marriage that still creates controversy in the midst of society, especially in Indonesia. One Indonesian feminist Musdah Mulia, opposed to polygamy, even said polygamy was forbidden. Shari'ah and polygamy law are allowed under certain conditions. Therefore, it is very interesting to review polygamy perspective Musdah Mulia with the views of Indonesia's largest organization Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. The main issues in this research are (1) the views of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah organization leaders on Siti Musdah's thinking about polygamy and (2) comparison of opinion of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah organization leaders about Siti Musdah's thinking about polygamy.

This type of research includes empirical research using a qualitative descriptive approach. The data taken are primary data obtained through interviews with related parties ie to the eight prominent Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah along with its female BANOM, such as Aisyiyah and Muslimat. In addition to the primary data from the interviews, also using books by Siti Musdah Mulia.

The results of this study indicate that the opinions of the Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah perspective Musdah figures are (1) There is an opinion that agrees with the many phenomena of disharmony and wrong intention in polygamy, whereas disagreed opinions argue that polygamy also brings happiness. Opinions agree that referring to the Monogamous Marriage Act that men are only allowed to have a wife. Whereas in disagreements, polygamy is in accordance with the letter of an-nisa paragraph 3 which generally allows the practice of polygamy in Islam. (2) The comparison between the two figures has similarities in using the Qur'anic verse 3 of the Qur'anic verse and the reasons for the permissibility of polygamy and differs from using the proposition of justice. The opinion of the two figures, if viewed from fiqh, polygamy is allowed already regulated in the Qur'an letter an-Nisa paragraph 3, so also when reviewed with the polygamous marriage law is allowed under various conditions urging a person to do polygamy.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSumbulah, UmiUNSPECIFIED
Keywords: Poligami; Polygamy
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Moh. Iza Al Jufri
Date Deposited: 10 Jan 2019 14:06
Last Modified: 10 Jan 2019 14:06
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12857

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item