Responsive Banner

Implementasi hukum Tajwid dalam bacaan Shalat siswa berkaitan dengan syarat dan rukun sah Shalat di SMA Islam Sabilurrosyad

Amirulloh, Rifki (2018) Implementasi hukum Tajwid dalam bacaan Shalat siswa berkaitan dengan syarat dan rukun sah Shalat di SMA Islam Sabilurrosyad. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14110156.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Shalat merupakan bangunan agama yang paling penting setelah tauhid, posisi shalat dalam agama bagaikan kepala pada manusia, maka sesungguhnya tidak bisa hidup manusia tanpa kepala, begitu juga agama, tidak akan tegak kecuali dengan Shalat. Setiap agama samawi tidak terlepas dari syariat shalat. syariat mengerjakan shalat telah diserukan oleh segenap Nabi dan Rasul. Sebab shalat sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan jiwa dan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak ada satupun ibadah yang terbukti ampuh membenahi diri, meluruskan serta melatih mengerjakan amalan-amalan yang mulia selain shalat. Hal ini menunjukan bahwa sholat juga memiliki kedudukan penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah.

Dalam shalat terdapat syarat dan rukun yaitu rukun qalbi, fi’liy dan qawli yang menentukan status keabsahannya. Perlu digaris bawahi bahwa memberikan hak (tajwid) pada setiap huruf yang termasuk rukun qawli shalat mutlak menentukan status keabsahan shalat disamping syarat dan rukun yang lain. Namun bagaimana jika pelajar yang hidup dilingkungan pesantren, sehari-hari mengkaji kitab justru tidak memahami akan pentingnya tajwid dalam shalat. Dari sini maka peneliti memfokuskan penelitian pada 1) Bagaimana praktik penerapan hukum tajwid dalam bacaan shalat siswa SMA Islam Sabilurrosyad? 2)Metode apa yang digunakan untuk mengimplementasikan hukum tajwid berkaitan dengan syarat dan rukun sah shalat siswa SMA Islam Sabilurrosyad?

Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sabilurrosyad Malang menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Hasil penelitian tersebut adalah 1) Adanya implementasi Hukum tajwid dalam bacaan shalat siswa yang berkaitang dengan syarat dan rukun sah shalat, Meskipun dalam prakteknya tidak semua siswa mampu mengidentifikasi syarat dan rukun serta hukum bacaan tajwid apa yang terdapat pada ruqun qawli, tetapi mayoritas bacaan siswa adalah benar dan sah. 2) Hal ini sebagai hasil dari integrasi program sekolah formal, madrasah diniyah, program wajib tahfidz Al-Qur’an dan pondok pesantren. pada awalnya siswa di paksa untuk senantiasa shalat lima waktu secara berjamaah dan dipantau pelaksanaanya oleh muraby sebagai pembentukan karakter siswa sehingga mereka bisa karena terbiasa.

ABSTRACT

Prayer is the most important religious building after tawheed, the position of prayer in religion as head in humans, then can not really live a headless man, so also religion, will not be upright except with Salat. Every divine religion is inseparable from shariat. the Shari'a does prayer has been called upon by all the Prophets and Apostles. Because prayer is very influential in the formation of the soul and in drawing closer to Allah SWT. There is no worship that proves effective to fix themselves, straighten and train to do noble deeds other than prayer. This shows that prayer also has an important position in the formation of students' character in school.

In prayer there are terms and pillars of the rukun qalbi, fi'liy and qawli that determine the status of its validity. It should be underlined that giving the right (tajwid) on every letter that includes the qawli salat absolute morality determines the status of the validity of the prayer in addition to other terms and conditions. But what if the students living in pesantren environment, daily reviewing the book just do not understand the importance of tajwid in prayer. From here, the researcher focuses on 1) How is the practice of applying tajwid law in Sabilurrosyad Islamic high school prayer reader? 2) What method is used to implement the law of tajwid related to the requirement and rukun sahr prayer of Islamic high school student Sabilurrosyad?

This research was conducted in SMA Islam Sabilurrosyad Malang using descriptive qualitative method by using data collection method: interview, observation, and documentation.

The result of the research is 1) The implementation of Law of tajwid in reading of prayer of students related to requirement and rukun sahal prayer, Although in practice not all students are able to identify the requirements and rukun as well as what tajwid reading law contained in ruqun qawli, but the majority of reading is true and legitimate. 2) This is the result of the integration of formal school programs, madrasah diniyah, compulsory tahfidz Al-Qur'an program and boarding school with the method of habituation. at first students were forced to pray five times in congregation and monitored by muraby as the character formation of students so they could be accustomed.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fannani, Bakhruddin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFannani, BakhruddinUNSPECIFIED
Keywords: Implementasi; Tajwid; Shalat; Syarat; Rukun Sah Shalat; Implementation; Prayers; Terms
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Zuhria Sulkha Amalia
Date Deposited: 10 Jan 2019 12:59
Last Modified: 17 Apr 2023 10:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12814

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item