Maulida, Noor Ishmah (2018) Perlindungan Hukum Peserta Arisan dalam praktik lelang Arisan kepemilikan mobil: Studi di Koperasi Wisnu Jaya Kudus. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
14220110.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) |
Abstract
مستخلص البحث
كانت في القدس تجارة قرعة بنظام مزاد ملك السيارة و هي في ويسنو جايا القدس. في تجارة قرعة بنظام مزاد ملك السيارة, المدير يدبرها بنظام احترافي. في تطبيقها هناك زيادة المنحة التي تدخل في ويسنو جايا, و تلك المنحة تُدار لأداء قرعة المزاد مرة أخرى. بعد ينال السيارة ما زال فائز المزاد أن يدفع الدفعة حتى جميع الأعضاء ينالون حقوقهم.
هذه الدراسة البحثية تحصل أسئلة البحث منها كيف تطبيق قرعة بنظام مزاد ملك السيارة في النقابة التعاونية ويسنو جايا القدس, كيف حماية الحكم للأعضاء في تطبيق مزاد قرعة ملك السيارة عند كتاب القوانون المدني و العلماء في القدس عن تطبيق قرعة بنظام مزاد ملك السيارة في النقابة التعاونية ويسنو جايا القدس.
تأسيسا على الأسئلة تستخدم الباحثة منهج البحث التجريبي الكيفي. أما طريقة جمع البيانات هي المقابلة والتوثيق. أما طريقة تحليل البيانات هي التحرير والتفصيل والإثبات والتحليل والاستنتاج.
والنتيجة التي تحصلها الباحثة من هذا البحث هي فضل دخول المنحة ترجع إلى مشترك القرعة لتصرف القرعة بعد مثل مقطوعية وهدية أو عيدية فيها. أما لوسنوجايا خمسة في المائة من بياع السيارة. أعضاء قرعة ينال حماية الحكم في ملك السيارة بأن أعضاء قرعة قد وفّر حقوقهم و واجباتهم, و لكن وثيقة ملكية العجلة لا يكفي أن يجعل الضمان لأنه لم يكتب في إدارة تسجيل فيدوسييا و أما قرعة ويسنو جايا القدس لا ينال تفضيلات الحقوق وثيقة ملكية العجلة السيارة. اختلف علماء المنطقة عن تطبيق بيع قرعة السيارة بجهاز المزاد في وسنو جايا قدس. اعتقد أحد العلماء أنها لايجوز لأنها يتضمن عن الربا والغرر. ويعتقد منهم أنها يجوز لأن فيها الاتفاق والرضا ومعلوم طريقة الدفعة حتى انتهاء القرعة ولم يوجد فيها الربا والغرر.
ABSTRACT
In the area of Kudus district there is an arisan business with car ownership auction system in the Wisnu Jaya Kudus. Arisan business with car ownership auction system sets up with a professional management system.In practice, there are excess funds that enter into wisnu jaya kudus and the funds are played back to carry out next round of arisan auction. Auction winners, after getting the car, is still obliged to pay installment of arisan until all members get their rights.
This research produces problems formulation that are how the practice of social gathering with car ownership auction system in wisnu jaya kudus union, how the legal protection for arisan participants in auction practice of car ownership in the perspective of Civil Code and opinion of regency of Kudus district about the practice of arisan with car ownership auction system in wisnu jaya kudus union.
Based on the problems described above, this research uses empirical research method with qualitative approach, using primary and secondary data obtained through interview and documentation. Then it uses the methods of data processing such as edit, classification, verification, analysis, and conclusion.
Finnaly from this research can be concluded as follow, that the excess funds that go in wisnu jaya kudus returned back to the arisan participants used for the implementation of the next arisan, consumption and door prize every arisan implementation. While wisnu jaya kudus get 5% from party car dealer. Participants in the arisan have obtained legal protection in car ownership that the participants have fulfilled their rights and obligations but BPKB as debt guarantee can not be used as collateral because it has not been registered in Fiduciary Registration Channel and the wisnu jaya kudus union does not get preferential right to cars’ BPKB. That there is a scholar who states that the law should not because it contains usury and ghoror. While there are 6 scholars of the Kudus district who states may because the parties have agreed, willingly, know clearly all the process from start paying installment until the end of the arisan, there is no usury and ghoror, therefore.
ABSTRAK
Penelitian ini menghasilkan rumusan masalah yaitu bagaimana praktik arisan dengan sistem lelang kepemilikan mobil di koperasi wisnu jaya kudus, bagaimana perlindungan hukum bagi peserta arisan pada praktik lelang arisan kepemilikan mobil dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan pendapat ulama kabupaten kudus mengenai praktik arisan mobil dengan sistem lelang kepemilikan mobil di koperasi wisnu jaya kudus.
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder yang didapat melalui wawancara dan dokumentasi. Kemudian menggunakan metode pengolahan data yaitu edit, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, bahwa dana kelebihan yang masuk di wisnu jaya kudus kembali ke peserta arisan digunakan untuk pelaksanaan arisan selanjutnya, konsumsi dan doorprize setiap pelaksanaan arisan. Sedangkan wisnu jaya kudus mendapatkan 5% dari pihak dealer mobil. Peserta arisan telah mendapatkan perlindungan hukum dalam kepemilikan mobil bahwa peserta arisan telah memenuhi hak dan kewajibannya akan tetapi BPKB sebagai jaminan hutang tidak dapat digunakan sebagai jaminan karena belum didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia dan pihak koperasi wisnu jaya kudus tidak mendapatkan hak preferen terhadap BPKB mobil. Bahwa terdapat 1 ulama yang menyatakan bahwa hukumnya tidak boleh karena mengandung riba dan ghoror. Sedangkan terdapat 6 ulama kabupaten kudus yang menyatakan boleh karena para pihak telah sepakat, rela, mengetahui dengan jelas semua proses dari mulai membayar angsuran hingga berakhirnya arisan, tidak terdapat riba dan tidak terdapat ghoror.
Di daerah kudus terdapat suatu bisnis arisan dengan sistem lelang kepemilikan mobil di wisnu jaya kudus. Bisnis usaha arisan dengan sistem lelang kepemilikan mobil pihak pengelola mengatur dengan sistem manajemen yang profesional. Dalam praktiknya terdapat dana kelebihan yang masuk ke dalam wisnu jaya dan dana tersebut diputar kembali untuk melaksanakan arisan lelang putaran selanjutnya. Pemenang lelang setelah mendapatkan mobil masih wajib membayar arangsuran arisan sampai semua anggota mendapatkan haknya.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Nasrulloh, Nasrulloh | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | حماية الحكم; الملك; قرعة; المزاد; Legal Protection; Ownership; Arisan; Auction; Perlindungan Hukum; Kepemilikan; Arisan; Lelang | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Mohammad Syahriel Ar | ||||||
Date Deposited: | 11 Dec 2018 09:39 | ||||||
Last Modified: | 11 Dec 2018 09:39 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12701 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |