Mufidah, Imroatul (2018) الراديو وسيلة لدعوة الغائب المدّعى عليه دراسة مقارنة بين المحكمة الشرعية في تولونجأجونج و المحكمة الشرعية في ترينجاليك. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
14210040.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (25MB) | Preview |
Abstract
مستخلص البحث
المادة ٢٧ باللائحة الحكومية رقم ٩ سنة ١٩٧٥ والمادة ١٣٩ ترجمة الشريعة الإسلامية تنص على أن المتهم الغير معروف عنوانه يمكن استدعاؤه بواسطة إرفاق الحضور على لوحة الإعلانات المحكمة الشرعية ويعلن عنه من خلال الصحف أو وسائل الإعلام الأخرى. المحكمة الشرعية تولونجأجونج استخدام الراديو غويوب روكون (رغر فم) كوسائل الإعلام المختارة، بينما المحكمة الشرعية ترينجاليك استخدام الراديو أرينا دوتا سوارا (أدس فم). ومع ذلك، قد بث الراديو مجموعة محدودة، ولكن كثير من المدّعى عليهم لا يحضرون. بالإضافة إلى ذلك، استماع الجماهير للراديو قليلاً جداً مقارنة بتطور التكنولوجيا. هذه الدراسة تركز أكثر على السبب الذي جعل المحكمة والشرعية تولونجأجونج والمحكمة الشرعية ترينجاليك يستخدامان الراديو وسيلة لدعوة الغائب المدّعى عليه. وباﻹضافة إلى ذلك، الآثار القانونية على الراديو وسيلة لدعوة الغائب المدّعي عليه في المحكمة الشرعية تولونجأجونج والمحكمة الشرعية ترينجاليك.
هذا البحث من البحوث التجريبية. في حين استخدم النهج المقارنة، لأن الباحث قد اجرى هذا البحث في المحكمة الشرعية تولونجأجونج والمحكمة الشرعية ترينجاليك. قد قام الباحث باستخدام مصادر البيانات الأولية والثانوية حيث قيام بإجراء المقابلات والوثائق. أما بالنسبة للعملية بما في ذلك التحرير، والتصنيف، والتحقق والتحليل والخلاصة.
أما بالنسبة للسبب أدى لاستخدام الراديو لاستدعاء الأطراف إلى العنوان الغير معروف في المحكمة الشرعية تولونأغونغ التي تحددت، رخيص التكلفة، الناس يمكن الاستماع إلى الراديو لأنه شبكة الإنترنت. أما في المحكمة الشرعية ترينجاليك، وسبب استخدم راديو وفقا للقواعد وأرخص التكلفة، وأكثر فعالية للمجتمع ترينغاليك. الآثار القانونية للراديو وسيلة لدعوة الغائب المدّعى عليه في المحكمة الشرعية من تولونجأجونج بما في ذلك لا يزال استخدامها نظراً لأنه يمكن الوصول إليها عن طريق الإنترنت وتردد الراديو كذلك حتى إذا كان لاتشغيل سيكون القانون معيب. بينما الآثار القانونية للراديو وسيلة لدعوة الغائب المدّعى عليه في المحكمة الشرعية ترينجاليك أي القواعد وفقا للمجتمع ترينجاليك هو الراديو وينبغي أن تنفذ لأن خلاف ذلك تلغي بموجب القانون.
ABSTRACT
Article 27 of Government Regulation No. 9 of 1975 and Article 139 of the Islamic Compilation Law states that the unrecognized defendant's address may be summoned by posting a summons on the bulletin board of the Religious Court and announcing it through a newspaper or other mass media. In Tulungagung Religious Court using Guyub Rukun Radio (RGR FM) as the chosen mass media, while Trenggalek Religious Court uses Arena Duta Swara Radio (ADS FM). However, these radios have a limited range of broadcast, so the called parties tend to be absent. In addition, enthusiasts listen to the radio very little as the development of technology. This study focuses more on factors of the Tulungagung Religious Court and Trenggalek Religious Court using radio as a medium for invisibility calling of the defendant. In addition, the legal implications of radio as a media calling the unseen parties of the defendant in the Religious Court of Tulungagung and Trenggalek Religious Court.
This research is empiris research (field research). While the approach used is a qualitative approach that is comparative, because researchers conduct research in Tulungagung Religious Court and Trenggalek Religious Court. Researchers use primary and secondary data sources by conducting interviews and documentation. The process is done such as editing, classification, verification, analysis, and conclusions.
As for factors using radio to call the unrecognized party address in Tulungagung Religious Court such as obey rules that have been set, low cost, more people can listen to the radio because it can be accessed via the internet, as well as radio frequency farther this time. While in the Trenggalek Religious Court, radio using factors that are in accordance with the rules, low cost, and more effective for Trenggalek people. The implications of radio law as a media calling the unrecognized parties address of the defendant in Tulungagung Religious Court such as radio can still be used because it can be accessed via internet and radio frequency farther so that if not run will be flawed law. While the legal implications of radio as a invisible’s calling media in Trenggalek Religious Court is in the rules only mentioned the mass media in general so that the Religious Courts interpret themselves that in accordance with the community around Trenggalek is radio and must be implemented because if not, it will be null and void.
ABSTRAK
Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan pasal 139 Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa pihak tergugat yang tidak diketahui alamatnya dapat dipanggil dengan menempelkan surat panggilan di papan pengumuman Pengadilan Agama dan mengumumkannya melalui surat kabar atau media massa lainnya. Di Pengadilan Agama Tulungagung menggunakan Radio Guyub Rukun (RGR FM) sebagai media massa yang dipilih, sedangkan Pengadilan Agama Trenggalek menggunakan radio Arena Duta Swara (ADS) FM. Namun, radio-radio tersebut memiliki jangkauan siar yang terbatas, sehingga pihak yang dipanggil cenderung banyak yang tidak hadir. Selain itu, peminat mendengarkan radio sangat sedikit seiring berkembangnya teknologi. Kajian ini lebih fokus kepada faktor-faktor Pengadilan Agama Tulungagung dan Pengadilan Agama Trenggalek menggunakan radio sebagai media pemanggilan ghaib pihak tergugat. Selain itu, implikasi hukum radio sebagai media pemanggilan ghaib pihak tergugat di Pengadilan Agama Tulungagung dan Pengadilan Agama Trenggalek.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris (lapangan). Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang bersifat komparatif, karena peneliti melakukan penelitian di Pengadilan Agama Tulungagung dan Pengadilan Agama Trenggalek. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Adapun proses yang dilakukan diantaranya editing, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.
Adapun faktor menggunakan radio untuk memanggil pihak yang tidak diketahui alamatnya di Pengadilan Agama Tulungagung diantaranya mematuhi aturan yang telah ditetapkan, biaya murah, masyarakat lebih bisa mendengarkan radio karena dapat diakses melalui internet, serta frekuensi radio lebih jauh saat ini. Sedangkan di Pengadilan Agama Trenggalek, faktor menggunakan radio yaitu sesuai dengan aturan, biaya murah, dan lebih efektif untuk masyarakat Trenggalek. Implikasi hukum radio sebagai media pemanggilan ghaib pihak tergugat di Pengadilan Agama Tulungagung diantaranya radio masih dapat digunakan karena dapat diakses melalui internet dan frekuensi radio lebih jauh sehingga jika tidak dijalankan akan cacat hukum. Sedangkan implikasi hukum radio sebagai media pemanggilan ghaib di Pengadilan Agama Trenggalek yaitu di dalam aturan hanya disebutkan media massa secara umum sehingga pihak Pengadilan Agama menafsirkan sendiri bahwa yang sesuai dengan masyarakat sekitar Trenggalek adalah radio dan harus dilaksanakan karena jika tidak dilaksanakan akan batal demi hukum.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Kumkelo, Mujaid | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | الراديو; دعوة الغائب; المدّعى عليه; Radio; Invisible Calling; Defendant; Radio; Panggilan Ghaib; Tergugat | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Mohammad Syahriel Ar | ||||||
Date Deposited: | 08 Dec 2018 12:30 | ||||||
Last Modified: | 08 Dec 2018 12:30 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12690 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |