Responsive Banner

Perbandingan tradisi Dende Pelengkak Merarik di desa Senggigi Lombok Barat dan denda mendahului kakak di Desa sedudut Kota Malang tinjauan ‘Urf

Dewi, Ratih Kartika (2018) Perbandingan tradisi Dende Pelengkak Merarik di desa Senggigi Lombok Barat dan denda mendahului kakak di Desa sedudut Kota Malang tinjauan ‘Urf. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13210198.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

في قضية الزواج ، معظم قبيلة لها عادات وثقافات مختلفة مثلما وجدنا في مجتمع لومبوك، حيث يملك عادة تسمى " Dende Pelengkak Merarik"، فهي غرامة يجب أن يدفعها الزوج لوالي الإمرأة بسبب تجاوزها على إخوانها في الزواج. في قبيلة ساساك تعرف باسم الزواج لتجاوز إخوانها الشقيق. إن زواج شخص بتجاوز إخوانها عملا سيئا، لأنه لا يزال هناك شخص أكبر منها السن، وهو أخوها.

في هذا البحث، هناك ثلاثة أشياء مهمة تمت دراستها؛ وهي عادة " Dende Pelengkak Merarik"، في قرية سنغيغي لومبوك الغربي وقرية سدودوت مدينة مالانج في منظور العرف. نموذج العادة الموجودة، المقارنة ومنظور العرف.

استخدم هذا البحث منهج البحث الميداني (field reseach) ، وذلك لأن هذا البحث يركز أكثر على البيانات الميدانية كموضوع البحث وفقاً للبحث الذي تمت دراسته وتعلقت بالمقارنة بين عادة " Dende Pelengkak Merarik" في قرية سنغيغي لومبوك الغربي والغرامة لتجاوز إخوانها في قرية سدودوت مدينة مالانج في منظور العرف. في هذا البحث، وصفت الباحثة موضوع البحث بتسجيل كل الأشياء المتعلقة به. وتم جمع البيانات من خلال المقابلة التي سيتم تصنيفها وفحصها.

أظهرت نتائج هذا البحث كما يلي: (1) نموذج تنفيذ عادة " Dende Pelengkak Merarik" والغرامة لتجاوز إخوانها في قرية سنغيغي لومبوك الغربي و قرية سدودوت مدينة مالانج. (2) توجد أوجه تشابه واختلاف بين عادة "Dende Pelengkak Merarik" في قرية سنغيغي لومبوك الغربي والغرامة لتجاوز إخوانها في قرية سدودوت مدينة مالانج. أمّا أوجه تشابه فهي تكون في قضية "Dende Pelengkak Merarik"، وأوجه اختلاف هي شكلها، في لومبوك نقود في حين في جاوى لباس. بالإضافة إلى من يدفع تلك الغرامة، في لومبوك هو عريس، في حين في جاوى الأخ الصغير الذي تجاوز إخوانه الكبير في الزواج أو الأخت الصغيرة المتجاوزة على إخوانها الكبير

ABSTRACT

In a marriage, the majority of each tribe has different customs and culture. The people in Lombok, in this case, has customs and traditions called dende pelenkak merarik. It is a fine that one’s future husband should give to the guardian of the wife-to-be because he/she gets married before his/her older siblings get hold their marriages. Sasak tribe has a term used for holding marriage even before one’s older siblings get to do it. One’s marriage that is held when his/her older siblings are still single is not a good action since someone is believed to get married after his/her older siblings have got married.

There are three essential components that should be investigated, namely a custom and tradition known as Denda pelengkak merarik in Senggigi Village, West Lombok and Sedudut Village, Malang City; The Model of Customs and Traditions Performed in Senggigi Village, West Lombok and Sedudut Village in Malang City; as well as Urf’s Comparison and Overview.

They type of the study is field research since this study emphasizes more on the field data as the object investigated, according to the study that will be investigated, that is The Comparison of the Traditions of Dende Pelengkak Merarik in Senggigi Village, West Lombok and the Tradition of Giving Fine for Holding Marriage Before the Older Siblings’ in Sedudut Village, Malang City, Based on 'Urf’s Overview. In this study, the writer describes the object being investigated by taking notes of everything relates to the object investigated. The data collection technique is interview, in which the data will be then classified and investigated.

This study has two findings: (1) First, the implementation model of dende pelengkak merarik and the fine that should be given to the older siblings for getting married before the siblings have one, which is implemented in Senggigi Village, West Lombok, and Sedudut Village, Malang City. (2) Second, there are similarities and differences between dende pelengkak merarik applied in Senggigi Village, West Lombok, and Sedudut Village, Malang City. Those are (1) they discuss the same matter, dende pelengkak merarik, (2) the thing different is the money given as the dende (fine) in Lombok, while the dende in Java Island is one set of clothes, (3) another difference is the one who gives dende in Lombok is the husband-to-be; meanwhile, the one who should give the dende in Java is the little sister or brother that holds marriage before the older siblings’.

ABSTRAK

Dalam masalah perkawinan, mayoritas setiap suku memiliki adat-istiadat dan budaya yang berbeda-beda.Begitu pula dengan masyarakat Lombok yang mana masyarakat ini mempunyai adat-istiadat yang dinamakan dende pelenkak merarik yaitu adalah denda yang harus dibayar oleh calon suami kepada wali perempuan karena mendahului kakak-kakaknya dalam melakukan pernikahan. Dalam Suku Sasak dikenal suatu istilah menikah melangkahi kakak kandung. Pernikahan seorang yang melangkahi kakak kandungnya itu merupakan suatu perbuatan yang tidak baik, karena masih ada orang yang lebih tua di atasnya, yaitu kakaknya.

Dalam penelitian ini ada tiga hal penting yang diteliti yaitu Adat Istiadat Denda pelengkak merarik di Desa Senggigi Lombok Barat dan Desa Sedudut Kota Malang,Model Adat Istiadat yang ada di Desa Senggigi Lombok Barat dan Desa Sedudut Kota Malang,Perbandingan dan tinjauan Urf’.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini lebih mengacu pada jenis penelitian lapangan (field reseach).Hal ini dikarenakan bahwa penelitian ini lebih menekankan pada data lapangan sebagai objek yang diteliti, sesuai dengan penelitian yang akan diteliti yaitu terkait tentang Perbandingan Tradisi Dende Pelengkak Merarik di Desa Senggigi Lombok Barat Dan Denda mendahului kakak di Desa Sedudut Kota Malang Tinjauan ‘Urf. Dalam penelitian ini, peneliti mendiskripsikan tentang obyek yang diteliti dengan mencatat semua hal yang berkaitan dengan obyek yang akan diteliti. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara wawancara yang selanjutkan akan di klasifikasikan dan diteliti.

Ada dua temuan dalam penelitian ini: (1) Pertama, model pelaksanakan dende pelengkak merarik dan denda mendahului kakak di Desa Senggigi Lombok Barat dan Desa Sedudut Kota Malang. (2) Kedua, ada persamaan dan perbedaan antara dende pelengkak merarik yang ada di Desa Senggigi Lombok Barat dan Desa Sedudut Kota Malang. Adapun persamaan dan perbedaannya yaitu (1) Sama-sama membahas masalah dende pelengkak merarik (2) Perbedaannya kalau di Lombok dendenya berupa uang, Sedangkan di Jawa dendenya berupa pakaian satu stail (3) Pandangan menurut Ilmu ‘urf tentang dende pelangkahan yang ada di Desa Senggigi Lombok Barat dan di Desa Sedudut Kota Malang

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYasin, Mohamad NurUNSPECIFIED
Keywords: العادة; المقارنة ومنظور العرف; Dende; pelengkak; merarik; Custom; Urf’s Comparison and Overview; Dende; pelengkak; merarik; Adat; Perbandingan dan tinjauan Urf’
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 16 Nov 2018 15:40
Last Modified: 16 Nov 2018 15:40
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12566

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item