Sinulingga, Asminta Sari Br (2018) تطبيق بيوع الثروة الزراعية المؤجلة في منظور الفقه الشافعي: دراسة الحالة في قرية أوجونج تيران مرديكا كارو سومطرة الشمالية. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
14220098.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) |
Abstract
مستخلص البحث
البيع هو أحد الأنشطة في قضاء الحاجة، والبيع في حين لايناسب بمفهوم البيع في الماضي وكذلك بنظام الدفعة. في قرية أجونج تيران هناك البيع من ثروة الزراعة المؤجلة، أي الدفعة تؤجل إلى الغد بعد ثروة الزراعة يباع للمرة الثانية. لأن غير اعتدال الثمن كل يوم، فالثمن يغير مرات من الثمن المتفق بين البائع والمشتري.
كان مشكلة البحث في هذا البحث وهي:1)كيف تطبيق بيوع الثروة الزراعية المؤجلة في قرية أجونج تيران، مرديكا، كارو؟2 (وكيف نظرة الفقه الشافعي عن تطبيق بيوع الثروة الزراعية المؤجلة في قرية أجونج تيران، مرديكا، كارو؟
كان هذا البحث هو البحث الميداني، باستحدام نهج الاجتماعي. أما البيانات المجموعة تتكون من البيانات الأساسية والبيانات الثانوية التي كانت من خلالها المقابلة والوثائق. تحليل البيانات وصفيا تثتمل خلال الخطوات التالية: تفتيش البيانات، وتقسيمها، وتحليلها، والاستنباط.
أما نتيجة البحث فقد تشير إلى تطبيق بيوع الثروة الزراعية المؤجلة الذي يحدث في قرية أجونج تيران حيث أن الدفعة المؤجل حتى الغد، إذا رأت الباحثة بنظرة الفقه الشافعي قد كمل كله إما من أركانه وشروطه. ولكن، انخفاض الثمن من بعض المشترين إذا كان الثمن السوقي ينخفض يخسر الفلاح كالبائع لأنهم إذا كان الثمن السوقي يرتفع فالثمن غير ترافعه. انخفاض الثمن من جهة بعض المشترين يخسر الطرف الآخر. إذن، في هذا التطبيق الغرار وهذا لايجوز.
ABSTRACT
One of the activities in the fulfillment of needs is buying and selling activities. Therecent buying and selling is not like the concept of buying and selling in the previous time, as well as the payment system. In Ujung Teran village there is a sale and purchase of non-cash crops, where the payment is deferred until the next day after the crops are sold again. Because of the unpredicteble prices that get everyday, prices often changes from the price agreed by the seller and the buyer.
In this study, the problem are: 1) How the implementation of selling and buying agriculture product with the postpone system in Ujung Teran village Merdeka district Karo? 2) How the perspective of FiqihSyafi’i about practice of postponesale and purchase on agricultural productin Ujung Teran village Merdeka district Karo?
The type of this research is Empirical research, this research is also often called by field research. Type of approach used in this research is sociological Approach. While the data collected in the form of primary data and secondary data that is done by interviewing and documentation. Data analysis using descriptive qualitative with several stages of data checking, grouping, examination, data analysis, and conclusions.
The results of this research obtained that the practice of buying and selling of postpone agricultural products occurred in the village of Ujung Teran payment deferred until the next day, if viewed from the aspect of pillars and requirementaccording to fiqih Shafi'i is has fullfilled. but, price reductions made by some buyers unilaterally harm the farmer as a seller.and if the market price goes up they do not raise it. Reduction of prices made by some buyers is harm the other farmer as a seller, so in this practice there are elements of cheating (gharar) and this is not allowed.
ABSTRAK
Salah satu kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan adalah kegiatan jual beli, Jual beli yang ada saat ini tidak seperti konsep jual beli seperti dahulu, begitu juga dengan sistem pembayarannya. Di desa Ujung Teran terdapat jual beli hasil pertanian non tunai, dimana pembayarannya ditangguhkan hingga keesokan hari setelah hasil pertanian itu terjual kembali. karena ketidakstabilan harga setiap harinya, harga sering berubah dari harga yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. Dalam penelitianini, terdapat rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana praktek jual beli hasil pertanian non tunaiyang ada di desa Ujung Teran kecamatan Merdeka kabupaten Karo?2) Bagaimana pandangan fiqh Syafi’i terhadap praktek jual beli hasil pertanian non tunai di desa Ujung Teran kecamatan Merdeka kabupaten Karo?
Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian Empiris, Penelitian ini juga sering disebut field research. Jenisp endekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Sosiologis (Sociological Approach). Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan kualitatif deskriptif dengan beberapa tahapan yaitu pengecekan data, pengelompokan, pemeriksaan, analisis data, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktek jual beli hasil pertanian non tunai yang terjadi di desa Ujung Teran pembayaran yang ditangguhkan hingga keesokan harinya, jika ditinjau dari segi rukun dan syaratnya menurut fiqih Syafi'i semuanya sudah terpenuhi.Tetapi, pengurangan harga yang dilakukan oleh sebagian pembelisecara sepihak merugikan petani sebagai penjual. Sedangkan jika harga dipasaran naik mereka tidak ikut menaikkannya. Pengurangan harga yang dilakukan oleh sebagian pembeli merugikan pihak lain, Sehingga dalam praktek ini terdapat unsur kecurangan (gharar) dan ini tidak diperbolehkan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Hamdan, Ali | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | ثروة الزراعة; المؤجلة; الفقه الشافعي; Agricultural Product; Non-Cash; Fiqh Shafi’i; Hasil Pertanian; Non Tunai; Fiqh Syafi’i | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Mohammad Syahriel Ar | ||||||
Date Deposited: | 14 Sep 2018 15:49 | ||||||
Last Modified: | 14 Sep 2018 15:49 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12271 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |