Pandangan tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ponorogo terhadap tradisi arisan sembako untuk acara hajatan : Studi di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo

Khoiriyah, Nurul Nuzula (2018) Pandangan tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ponorogo terhadap tradisi arisan sembako untuk acara hajatan : Studi di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14220014.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

INDONESIA:

Arisan sembako ialah sekelompok masyarakat yang melakukan kegiatan dengan mengumpulkan barang-barang sembako atau uang yang nantinya akan diperoleh bagi anggota yang mempunyai acara hajatan terdekat. Acara hajatan tersebut seperti acara pernikahan dan pembuatan rumah baru. Dari sinilah muncul ketidaksamaan hasil yang diperoleh anggota karena harga barang yang tidak stabil. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.

Fokus tujuan penelitian ini yaitu guna mengetahui tradisi arisan sembako untuk acara hajatan serta mengetahui dan menganalisis pandangan tokoh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ponorogo terhadap praktik arisan sembako untuk acara hajatan.

Dalam penelitian ini, peneliti merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data diperoleh dari wawancara dengan anggota arisan sembako dan MUI Kabupaten Ponorogo serta literatur lainnya. Adapun sumber data yang diperoleh ialah dengan wawancara kepada anggota yang melakukan arisan sembako dan beberapa tokoh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ponorogo serta dokumen dan literatur untuk memperkuat dan menjawab permasalahan dalam penelitian. Sehingga metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan studi dokumen.

Dari metode pengumpulan data di atas, maka dapat diperoleh dua temuan. Pertama, tradisi arisan sembako untuk acara hajatan dianggap bisa meringankan beban anggota yang akan mempunyai acara hajatan. Objek dari arisan ini berupa barang, namun ada juga yang menyetorkan uang yang telah disepakati oleh pengurus dan anggota arisan. Kedua, tradisi arisan sembako untuk acara hajatan menurut pandangan tokoh Majelis Ulama Indonesia bahwa arisan sembako ini dilakukan dengan syari’at islam, prinsip-prinsip muamalah, dan dilakukan dengan akad yang benar sesuai hukum Islam serta tidak mengandung unsur-unsur kebohongan, penipuan dan kerugian. Serta akad yang digunakan dalam arisan ini ialah akad pinjam-meminjam (‘ariyah).

ENGLISH:

Arisan sembako is a group of people who do activities by collecting goods sembako or money that will be obtained for members who have the closest celebration event. Events such celebrations such as weddings and the making of new homes. From here comes the inequality of results obtained by members because of the price of unstable goods. This activity has become a tradition for people in Sooko Village, Sooko District, Ponorogo Regency.

The purpose of this research is to find out how to practice the social gathering of sembako for the event and to know and analyze how the views leaders of the Chounchil of IndonesiaPonorogo Regency against the practice of groceries for the celebration ceremony.

In this study, researchers are empirical research using sociological juridical approach. The source of data obtained is by interviewing to members who do social gathering of sembako and some leaders of the Chouncil of IndonesiaPonorogoRegency as well as documents and literature to strengthen and answer problems in research. So the data collection method used is by interview and document study.

From the data collection method above, it can be obtained two findings. First, the tradition of groceries for the celebration event is considered to ease the burden of members who will have a celebration event. Objects of this social gathering of in the form of goods, but there is also a deposit money that has been agreed by the board and members of the social gathering of . Second, the tradition of arisan sembako for the event of the celebration according to the view of Indonesian Ulema Council leaders that the arisan sembako is done with Islamic shari'ah, muamalah principles, and done with the right contract according to Islamic law and does not contain elements of lies, deceit and loss . As well as the contract used in this arisan is a loan-borrowing contract ('ariyah).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Noer
Keywords: Acara Hajatan; Arisan Sembako; Majelis Ulama Indonesia; Tradisi; Hajatan Event; Social Gathering of Sembako; The Chouncil of Indonesia; Tradition
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Mely Santoso
Date Deposited: 06 Aug 2018 06:50
Last Modified: 06 Aug 2018 06:50
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/11886

Actions (login required)

View Item View Item