Asas mempersulit terjadinya perceraian dalam penjelasan umum UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Perspektif Teori Efektifitas Hukum: Studi Pengadilan Agama Kota Malang

Afan, Suhaimi (2017) Asas mempersulit terjadinya perceraian dalam penjelasan umum UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Perspektif Teori Efektifitas Hukum: Studi Pengadilan Agama Kota Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15780041.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

ارتقت مسألة الطلاق بين الزجين في هذا الزمان كذالك مسألة الطلاق في مدينة مالانج. و كانت المحكمة الشريعة لم تقدر على منع الطلاق بمدينة مالانج كالمنظمة التي تستولي هذا الأمر. وأما البيان من قنون النكاح ذكر فيه على محافظة غرض وهدف النكاح. لذا كانت الطلاق أجبت فيه الصعوبة. إذا كانت الطلاق ليس من أمر سهل. و من هذا البيان كله. منه مسألة وهي إلى أي هدف كانت محكمة الشريعة تحفظ على منع الأساس الطلالاق.

والهدف البحث من بحث ميدني المختلط من البحث النوعي و ستبحث هذا البحث عن البيان من العامل من محكمة الشريعة بمالانج و سيجمعه بحقائق الطلاق بمحكمة الشريعة مالانج و بحوث عن حكم الطلاق ارتقت مسألة الطلاق بين الزوجن في هذا الزمان.

مبدأ تعقيد الطلاق وهو بالطريقة الإجبارية أمام الحاكم والطلاق يمكن أن تقرر بعد عمل القاضي من أجل الإصلاح، وكذلك أن يكون الطلاق بالسبب الذي ينبغي أن يكون وفقا للوائح ويجب أن تكون هناك جهود حفظ النكاح من خلال وساطة.

وأظهرت نتائج هذه الدراسة أن تطبيق مبدأ تعقيد الطلاق في المحكمة الدينية مالانج تشمل تقديم المشورة والوساطة وغيرهما من الجهود الرامية إلى فشل الطلاق. ولكن هناك عدة مراحل العملية حيث لم يتم تطبيق هذا المبدأ على النحو الأمثل لأن المحكمة الدنينية مالانغ ينظر إذا كان زوجان لايمكن الإصلاح بينهما ثم مبدأ التكلفة سريعة وبسيطة والمنخفضة التي هي أكثر المطبقة في الطلاق. والسبب الرئيسي في تطبيق هذا العمل للعديد من القرارات التي يقبل الطلاق ويرجع ذلك إلى الظروف المنزلية مزمن جدا وتعذر حفظ. من الأبحاث التي بحثت، فإن التطبيق العام لمبدأ تعقيد الطلاق في محكمة الدينية مالانج أقل فعالية في الوقاية من الطلاق

ABSTRACT

It is appeared that the rate of divorce rate has been escalating these days, including in Malang, East Java, Indonesia. The Religion Court House of Malang as the authority seems to be lacking capability to refrain married couples from the divorce, while ideally – stated in Indonesian Law about Marriage – the Court should make the process more complicated to protect the matrimony. On this basis, research question was formulated: How far Religion Court House of Malang implement principle of perplexing a divorce process?; and How effective was the implementation from effective law theory perspective?

This field research was combined with qualitative descriptive approach to gather data from practitioners in Religion Court House of Malang and divorce statistics from the said institution, and also literatures on divorce law. This is an analytical descriptive research, which analyze particular problems or state or events as is to reveal factual phenomenon.

The principle of perplexing divorce process could be defined as a mechanism of complicating the divorce process by compelling couple to file for formal court hearing lead by a judge whom decision will be taken after attempting to consolidate troubled couple through mediation has failed.

Research shows that implementation of perplexing divorce process at Religion Court House of Malang including advise giving, mediation and other attempts focusing on avoiding the divorce. The data, however, also exhibit some minimum efforts practiced by the court house due to the predetermined evaluation, that is if consolidating a couple is impossible, then the court house would implement a quick, simple, and economic divorce process. This is supported by the fact that main reason of the Court House divorce decision were the couple chronic and unresolvable marriage state. In conclusion, generally, the implementation of complicating divorce process in Religion Court House of Malang is not effective to avoid couple from divorce.

ABSTRAK

Pada saat ini kasus perceraian semakin meningkat, begitu juga dengan angka perceraian di Kota Malang. Dalam kasus perceraian di Kota Malang, Pengadilan Agama Malang sebagai lembaga yang berwenang menangani itu tidak mampu mencegah peningkatan angka perceraian yang terjadi, padahal menurut Penjelasan Umum Undang-Undang Perkawinan disebutkan untuk mempertahankan tujuan perkawinan maka perceraian harus dipersulit. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan sebuah masalah yaitu Sejauh Mana Pengadilan Agama Malang menerapkan asas mempersulit terjadinya perceraian, lantas Bagaimana Efektifitas penerapan Asas Mempersulit Terjadinya Percerain dalam mengurangi tingginya perceraian di Pengadilan Agama Kota Malang persepektif teori efektifitas hukum.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang dipadukan dengan penelitian (Deskriptif kualitatif). Penelitian ini akan mencari keterangan dari para praktisi di Pengadilan Agama Malang, yang akan di padukan dengan data perceraian di Pengadilan Agama Malang dan literatur mengenai hukum perceraian. Penelitian ini berupa deskriptif analitis yaitu analisis penelitian yang mengungkapkan suatu masalah atau suatu keadaan ataupun peristiwa sebagaimana adanya hingga bersifat mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

Asas mempersulit terjadinya perceraian adalah dipersulitnya perceraian dengan cara diwajibkanya perceraian di depan peradilan dan perceraian dapat diputuskan setelah hakim mengusahakan perdamaian, selain itu perceraian juga harus dengan alasan yang patut sesuai ketentuan yang berlaku dan juga harus ada usaha perdamain melalui Mediasi.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : Penerapan asas mempersulit terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Malang meliputi pemberian nasehat, mediasi dan usaha lain yang bertujuan gagalnya perceraian. Tetapi ada beberapa tahapan proses di mana penerapan asas tersebut belum dilakukan secara maksimal dikarenakan Pengadilan Agama Malang memandang jika perceraian tidak dapat didamaikan maka asas cepat, sederhana dan biaya ringan yang lebih diterapkan dalam perceraian tersebut. Sedangkan penyebab utama dari banyaknya putusan yang mengkabulkan perceraian adalah dikarenakan keadaan rumah tangga dari para pihak yang berperkara sudah sangat kronis dan tidak mungkin diselamatkan. Dari penelitian yang dilakukan, secara umum penerapan asas mempersulit terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Malang tidak efektif untuk mencegah perceraian.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Isrok, Isrok and Suwandi, Suwandi
Keywords: أساس لتصعيب وقوع الطلاق; محكمة مالانج; Principle of Persplexing a divorce process; Religion Court House; Asas Mempersulit Percerain; Pengadilan Agama (PA).
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 14 May 2018 10:05
Last Modified: 14 May 2018 10:05
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/11309

Actions (login required)

View Item View Item