Hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah perspektif konstruksi social: Studi Kasus di Kecamatan Kota Batu

Al Busthomi, Abu Yazid (2017) Hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah perspektif konstruksi social: Studi Kasus di Kecamatan Kota Batu. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
15780036.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

مستخلص البحث

يكون اختبار الحمل قبل النكاح شرطا لمن يتزوج، وهذا نظام جديد يعقده كاتب تسجيل النكاح. وتقوم العروسة باختبار الحمل إلى القابلة حتى تحصل الرسالة وتحملها إلى مسَجَّل النكاح لإعداده. وهو يمنع العروسة الحامل لتتزوج في منطقة باتو. و يبحث الباحث حقيقة تقع في باتو بنظرية الإنشاء الاجتماعي

ويهدف هذا البحث: (1) معرفة العلة التي يقوم عليها مسَجَّل النكاح في اختبار الحمل (2) تحليل اختبار الحمل لشرط النكاح عند نظرية الإنشاء الاجتماعي

واعتبر هذا البحث من أنواع الدراسة التجريبية. وأما البيانات المستخدمة فهى البيانات الأساسية التي أحذها الباحث بطريقة المقابلة. وتحليل البيانات بطريقة الوصفي الكيفي وللتحقق صحة البيانات باستخدام أسلوب التتليت.

وأما نتائج هذا البحث فتشير(1) أن العلة التي يقوم عليها مسَجَّل النكاح في اختبار الحمل لحفظ النسب، ومنع انتشار الزنا، ولإعداد المولود بالصحة ورحيم الأم،(2) وأما المراحل في اختبار الحمل عند نظرية الإنشاء الاجتماعي فهي: الأول: التخريج، وهو تكييف النفس مع الاجتماع والشعب العرفي الذي يصدر فيه تكييف النفس مع اختبار الحمل، ويكون لهذا النظام الأساس التاريخي ودليله. الثاني: الموضوعية وهو تفاعل النفس مع الاجتماع والشعب العرفي، أن هذا الاختبار نظام جديد يصدر فيه المصالح للشعب كمثل الأسرة السكينة، والنكاح الصحيح عند الإسلام، ومنع الزنا. الثالث: التدخيل، وهو التباين النفسي مع الاجتماع والشعب العرفي الذي يصدر فيه جمع الاجتماع التاريخي وتقسيمه، وتحافظ الفرقة به اختبار النكاح.

ABSTRACT

Requirements for a pregnancy test before marriage as the new policy imposed by Modin or as usually called by Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N). The bride does pregnancy test to midwife Puskesmas and bring pregnancy test letters to Modin for their marriage process. in Batu Subdistrict, Batu Regency Modin rejects a prospective bride who has been pregnant before marriage. research that has been done by this research seeks to reveal facts that occur in the field by using the tools of social construction theory.

This research aims to (1) Understanding about thing that trigger Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) imposed pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit in Batu Subdistrict, Batu Regency (2) Analyzing the implementation practice pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit in Batu Subdistrict, Batu Regency social construction perspective.

This research has been classified into field research. Used data is primary. The process of gathering data use interview method. The data has been analyzed by descriptive qualitative method. Checking the validity of the data is by using technique of triangulation.

The result of research shows: (1) About thing that trigger Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) or usually called by Modin imposed pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit that are keep the nasab, prevent the spread of free sex and prepare for the success of the baby, readiness of a Mother's womb, (2) The implementation practice pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit in Batu Subdistrict, Batu Regency social construction perspective by steps. First the Moment of Externalization, the procces is adaptation to the socio-cultural world as resulting in a phenomenon of adaptation with pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit, that Modin’s policy has its historical base and normative basis, Second The Moment of Objectivation, the procces is the interaction of the self with the socio-cultural world, that pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit is a positive step for the community to create a healthy family, legitimate marriage status according to religion and spared from free sex, Third The Moment of Internalization, the procces is self identification with the socio-cultural world then resulting in a moment of historical social classification, then give birth to a group that uses and preserve the rules pregnancy test result as a prerequisite of marriage permit.

ABSTRAK

Persyaratan melakukan tes kehamilan sebelum menikah merupakan kebijakan baru yang diberlakukan oleh seorang modin atau yang disebut Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N). calon pengantin perempuan melakukan tes kehamilan ke bidan Puskesmas dan membawa surat hasil tes kehamilan ke modin untuk memproseskan pernikahannya. modin di kecamatan kota Batu menolak bagi calon pengantin yang telah hamil di luar pernikahan. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini berupaya untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan dengan memakai alat bantu gagasan Konstruksi Sosial.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami hal-hal yang melatarbelakangi pembantu pegawai pencatat nikah memberlakukan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah di kecamatan kota Batu, (2) Menganalisis praktik pelaksanaan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah di kecamatan kota Batu Perspektif Konstruksi Sosial

Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian lapangan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui proses penggalian data yang dilakukan dengan metode wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hal-hal yang melatarbelakangi pembantu pegawai pencatat nikah atau yang disebut modin memberlakukan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah adalah menjaga nasab, mencegah tersebarnya sex bebas dan mempersiapkan keberhasilan bayi, kesiapan rahim dari seorang ibu, (2) Praktik pelaksanaan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah di kecamatan kota Batu Perspektif Konstruksi Sosial dengan beberapa tahapan. Pertama Momen Eksternalisasi, prosesnya ialah adaptasi diri dengan dunia sosio-kultural yang menghasilkan fenomena berupa penyesuaian diri dengan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah, bahwasanya kebijakan modin tersebut memiliki basis historis dan dasar normatifnya, Kedua Momen Objektivasi, prosesnya Interaksi diri dengan dunia sosio-kultural, bahwa hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah merupakan langkah yang positif bagi masyarakat agar terciptanya keluarga yang sehat, status pernikahan yang sah menurut agama, dan tercegahnya dari sex bebas, Ketiga Momen Internalisasi, prosesnya identifikasi diri dengan dunia sosio-kultural kemudian menghasilkan momen tentang adanya penggolongan sosial berbasis historis, kemudian melahirkan kelompok yang menggunakan dan melestarikan peraturan hasil tes kehamilan sebagai prasyarat izin nikah.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Hamidah, Tutik and Kumkelo, Mujaid
Keywords: نتيجة اختبار الحمل; شرط النكاح; نظرية الإنشاء الاجتماعي; Pregnancy Test Result, Prerequisite of Marriage Permit; Social Construction Perspective; Hasil Tes Kehamilan; Prasyarat Izin Nikah; Konstruksi Sosial
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 14 May 2018 10:05
Last Modified: 15 May 2018 03:11
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/11308

Actions (login required)

View Item View Item