Uji aktivitas antioksidan dan identifikasi awal golongan senyawa metabolit sekunder ekstrak kasar metanol dan n-heksana teripang Holothuria atra Pantai Wedi Ireng Banyuwangi

Baidowi, Ahmad (2017) Uji aktivitas antioksidan dan identifikasi awal golongan senyawa metabolit sekunder ekstrak kasar metanol dan n-heksana teripang Holothuria atra Pantai Wedi Ireng Banyuwangi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
12630092.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Teripang hitam (Holothuria atra) merupakan salah satu biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Selain sebagai sumber makanan bagi manusia, teripang juga mempunyai potensi sebagai sumber obat-obatan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan masing-masing ekstrak teripang hitam (H.atra) dari pantai Wedi Ireng terhadap senyawa radikal DPPH dan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekundernya.

Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi sampel menggunakan pelarut metanol dan n-heksana. Ekstrak pekat yang diperoleh digunakan untuk uji fitokimia dengan reagen dan uji aktivitas antioksidan terhadap senyawa radikal DPPH. Tingkat aktivitas antioksidan diketahui dengan menghitung % aktivitas antioksidan menggunakan data absorbansi yang diperoleh pada masing-masing ekstrak. Hasil aktivitas antioksidan yang diperoleh kemudian digunakan untuk menghitung nilai EC_50 menggunakan aplikasi Prisma Graph.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak teripang hitam (H.atra) mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat lemah, ditunjukkan dengan nilai EC_50 lebih dari 1000 ppm. Ektrak metanol mempunyai nilai EC_50 sebesar 4652 ppm, sedangkan nilai EC_50 ekstrak n-heksana sebesar 3794 ppm. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang teridentifikasi pada ekstrak metanol yaitu alkaloid, triterpenoid, dan saponin, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung golongan senyawa alkaloid dan triterpenoid.

ENGLISH:

Black sea cucumber (Holothuria atra) is one of the marine biota that is found in the waters of Indonesia. Besides as a source of food for humans, sea cucumbers also have the potential as a source of natural medicines. This study aims to determine the antioxidant capacity of each black sea cucumber extract (H.atra) from Wedi Ireng beach to DPPH radical compounds and to determine the content of secondary metabolite compounds.

This research was conducted by extracting the sample using methanol and n-hexane solvent. The concentrated concentrated extract was used for phytochemical test with reagent and antioxidant activity test against DPPH radical compound. Levels of antioxidant activity are known by calculating the% of antioxidant activity using absorbance data obtained in each extract. The resulting antioxidant activity was then used to calculate the EC_50 value using the Prism Graph application.

The results of this study showed that each black sea cucumber extract (H.atra) had very weak antioxidant activity, indicated by EC_50 value of more than 1000 ppm. The extract of methanol has an EC_50 value of 4652 ppm, while the EC_50 value of n-hexane extract is 3794 ppm. Secondary metabolite compounds identified in the methanol extract are alkaloids, triterpenoids, and saponins, whereas n-hexane extract contains classes of alkaloids and triterpenoids.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ningsih, Rachmawati and Syarifah, Umaiyatus
Keywords: Teripang Hitam (Holothuria atra); Uji Antioksidan; Uji Fitokimia; DPPH; Black Sea Cucumber (Holothuria atra); Antioxidant Test; Phytochemical Test
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Durrotun Nafisah
Date Deposited: 27 Apr 2018 03:03
Last Modified: 27 Apr 2018 03:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10686

Actions (login required)

View Item View Item