Pengaruh jenis eksplan dan konsentrasi 2,4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Achid) terhadap pertembuhan dan kadar metabolit sekunder (stigmasternol dan sitosterol) kalus purwaceng (Pimpinella alpina Molk)

Fajroti, Nuris (2013) Pengaruh jenis eksplan dan konsentrasi 2,4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Achid) terhadap pertembuhan dan kadar metabolit sekunder (stigmasternol dan sitosterol) kalus purwaceng (Pimpinella alpina Molk). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08620033 Pendahuluan.pdf

Download (774kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08620033 Indonesia.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08620033 Inggris.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08620033 Arab.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08620033 Bab 1.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08620033 Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08620033 Bab 3.pdf

Download (266kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08620033 Bab 4.pdf

Download (8MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08620033 Bab 5.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08620033 Daftar Pustaka.pdf

Download (86kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08620033 Lampiran.rar

Download (3MB)

Abstract

INDONESIA:

Purwoceng (Pimpinella alpina Molk.) merupakan tumbuhan obat asli Indonesia yang hidup endemik di dataran tinggi seperti di Ranu Pani pegunungan Semeru. Purwoceng merupakan tumbuhan herbal yang akarnya berkhasiat obat afrodisiak, diuretik dan tonik. Pertumbuhan dan perkembangan Purwoceng sangat terbatas serta eksploitasi yang berlebih dan tidak diimbangi dengan upaya konservasi sehingga tanaman tersebut dimasukkan dalam Apendiks I (hampir punah) maka diperlukan konservasi. Salah upaya konservasi dan produksi metabolit sekunder tanaman ini yaitu dengan teknik kultur jaringan. Metode ini merupakan salah satu cara untuk menginduksi kalus dan metabolit sekunder. Zat pengatur tumbuh auksin (2,4-D) dan jenis eksplan digunakan untuk induksi kalus dan meningkatkan kadar stigmasterol dan sitosterol.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis eksplan dan konsentrasi 2,4-D terhadap pertumbuhan dan kadar metabolit sekunder (stigmasterol dan sitosterol) kalus Purwoceng. Penelitian ini merupakan penelitan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan model percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis eksplan (E) yaitu daun muda dan petiol. Faktor kedua adalah kosentrasi ZPT 2,4-D (K) yaitu 0 mg/L 2 mg/L, 4 mg/L dan 6 mg/L. Untuk mengetahui kadar stigmasterol dan sitosterol dalam kalus Purwoceng dilakukan dengan pemisahan kromatografi kolom. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis mengunakan Analisis Variansi (ANAVA). Apabila hasil perhitungan berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan DMRT pada taraf 5%.

Hasil penelitian menujukkan bahwa jenis eksplan dan konsentrasi 2,4-D memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan kalus yang ditunjukkan oleh hari munculnya kalus, warna dan tekstur kalus. Berat basah kalus tertinggi pada daun yaitu konsentasi 2,4-D 4 mg/L dengan berat rata-rata 0,216 gram, sedangkan berat basah kalus tertinggi pada petiol yaitu konsentrasi 2,4-D 6 mg/L dengan berat rata-rata 0,143 gram. Kandungan stigmasterol tertinggi pada eksplan daun dengan konsentrasi 2,4-D 6 mg/L dengan kadar rata-rata 1408,699 ppm sedangkan kadar sitosterol tertinggi yaitu eksplan petiol pada konsentrasi 2,4- D 6 mg/L dengan kadar rata-rata 2615,614 ppm.

ENGLISH:

Purwoceng (Pimpinella alpina Molk.) is one of Indonesian medical plants. It graws endemic in a plateau like in Ranu Pani, the area in Semeru mountain. Purwoceng is herbal plants whosh root has in function aphrodisiac, diuretic and tonic. The imbalance between the growth and the exploitation of this plant, meke it included in Appendix I (endangered) so the conservation of it will be very crucial. One of method of the conservation and secondary metabolites production of this plant is by plant tissue culture. This method is considered as one way to induct the callus and the secondary metabolites. Plant grows regulator auksin (2,4 -D) and eksplan type used for callus induction and increase levels of secondary metabolites.

This objective of the research are to find out the effects of explants type and 2,4-D concentration toward the growth and secondary metabolites content (stigmasterol dan sitosterol) of Purwoceng callus. This research is experimental reseach which uses completely randomized design (RAL) with factorial experimental model which consict two factors. The first factor is explants type (E) that has young leaf and petiole. The second factor is ZPT 2,4- D (K) consentration, they are 0 mg/L 2 mg/L, 4 mg/L and 6 mg/L. To figure out the stigmasterol and siosterol content in Purwoceng callus is done by separating Liquid chromatography (LC). The data are analysis by analysis of variant (ANOVA). If the analysis result is significant, so the researcher conduct further tests with DMRT 5% range.

The results of this research shows that the explants type and 2,4-D concentration have diffirent influence to the growth of callus that is recognized by day of callus induction, color and callus texture. The highest weight of thr fresh callus in leaf is 2,4-D concentration 4 mg/L with 0,216 gram in average weight, while the highest weight of thr fresh callus in petiole 2,4-D concentration 6 mg/L with 0,143 gram in average weight. The highest stigmasterol content in leaf explant with 2,4-D concentration 6 mg/L with1408,699 ppm in average content, while the highest sitosterol content is petiole explant in 2,4-D concentration with 2615,614 ppm in average content.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Barizi, Ahmad
Keywords: 2,4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid); Eksplan; Kalus; Pimpinella alpina Molk; Sitosterol; Stigmasterol; 2,4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid); Explants; Callus; Pimpinella alpina Molk; Sitosterol dan Stigmasterol
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0607 Plant Biology > 060703 Plant Developmental and Reproductive Biology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 10 Aug 2015 02:08
Last Modified: 10 Aug 2015 02:08
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1055

Actions (login required)

View Item View Item