Bioakumulasi selenium oleh bakteri resisten selenium yang diisolasi dari Pantai Utara Desa Campurejo Kecamatan Panceng Gresik

Amalia, Wafiatun (2017) Bioakumulasi selenium oleh bakteri resisten selenium yang diisolasi dari Pantai Utara Desa Campurejo Kecamatan Panceng Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13620026.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Selenium (Se) merupakan salah satu unsur penting bagi manusia. Se banyak digunakan pada industri pestisida, produksi kaca, cat, dan lain-lain. Selenium dalam bentuk anorganik yaitu: selenate (SeO42-), dan selenite (SeO32-) dapat menyebabkan efek toksisitas di lingkungan perairan. Kandungan selenium yang ditemukan pada sedimen Pantai utara Campurejo yaitu 400-700 µg/L. Kandungan Se tersebut 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan maksimum Se menurut (EPA) Enviromental Protection Agency yaitu 3,1 µg/L. Berdasar hipotesa bahwa bakteri yang memiliki kemampuan dalam meremediasi logam berat dapat diisolasi dari lingkungan yang tercemar, maka penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri resisten Se dari PANTURA Campurejo Panceng Gresik dan menguji kemampuannya dalam mengakumulasi Se.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan eksperimental, berupa eksplorasi dengan cara mengisolasi, mengidentifikasi bakteri resisten selenium, dan menguji akumulasi bakteri resisten selenium dari sedimen Pantai Utara Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini difokuskan pada toleransi atau resistensi bakteri terhadap sodium selenite dan sodium selenate yaitu: 0 mM, 5 mM, 10 mM. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA satu jalur (One Way Anova), dan perbedaan diantara dilanjutkan dengan menggunakan DMRT/Uji BNT.

Hasil penelitian terdapat 6 isolat yang resisten terhadap toksisitas selenite dan satu isolat yang resisten terhadap toksisitas selenate. Identifikasi dengan microbact diperoleh data bahwa strain CWB-1 (strain dengan kemampuan resistan terhadap 10 mM selenate dan selenite) memiliki kemiripan dengan Bacillus badius dengan persen probabilitas 88,00%. Bakteri CWB-1 (Bacillus badius) mampu mengakumulasi selenium pada konsentrasi 200 µM sebanyak 79,7%. Bacillus badius dalam penelitian sebelumnya telah dijelaskan memiliki potensi akumulasi terhadap nitrit dan pb(II). Penelitian ini menunjukkan bahwa Bacillus badius juga sangat berpotensi dalam akumulasi selenium.

ENGLISH:

Selenium (Se) is one important element for human beings. Se is widely used of industries including pesticide, production of glass, paint, and others. Selenium in the form of inorganic: selenate (SeO42-), and selenite (SeO32-) causes toxicity in the aquatic environment. The content of selenium found in the sediments of the northern coast of Campurejo i.e. 400-700 µ g/L. the content of Se 200 times higher than the maximum content of Se according to (EPA) Enviromental Protection Agency i.e. 3.1 µ g/L. Based on the hypothesis that bacteria that have the ability to remediate heavy metal can be isolated from polluted environment, this study aims to isolates Se-resistant bacteria from PANTURA Campurejo Panceng Gresik and test their ability to accumulate Se.

This research is qualitative, descriptive research and experimental, in the form of exploration by means of isolating, identifying bacteria resistant selenium, and test the selenium accumulation of resistant bacteria from sediments of the PANTURA, Campurejo, Panceng, Gresik, East Java. This research is focused on bacterial resistance or tolerance against sodium selenite and selenate: 0 mM, 5 mM, 10 mM. The data obtained were analyzed with ANOVA (One Way Anova), and the difference between was continued by using DMRT / BNT Test.

There were 6 isolates resistant to selenite toxicity and one isolate resistant to selenate. Identification with microbact obtained data that strain CWB-1 (strain with resistance ability of 10 mM selenate and selenite) have similarity with Bacillus badius with percentage probability 88,00%. Bacteria CWB-1 (Bacillus badius) was able to accumulate selenium at a concentration of 200 μM of 79.7%. Bacillus badius in previous studies has been described to have potential accumulation of nitrite and pb (II). This study shows that Bacillus badius is also highly potential in the accumulation of selenium.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Romaidi, Romaidi and Fahruddin, M. Mukhlis
Keywords: Bioakumulasi; Selenium; Bacillus badius
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 27 Apr 2018 02:57
Last Modified: 27 Apr 2018 02:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10521

Actions (login required)

View Item View Item