Studi kadar klorofil dan zat besi (fe) pada beberapa jenis bayam terhadap jumlah eritrosit tikus putih (Rattus norvegicus) anemia

Fatimah, Siti (2009) Studi kadar klorofil dan zat besi (fe) pada beberapa jenis bayam terhadap jumlah eritrosit tikus putih (Rattus norvegicus) anemia. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Abstract)
Abstrak.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis Fulltext)
04520010 Skripsi.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Allah SWT berfirman dalam surat Al-An’am ayat 99 bahwa Dia telah menciptakan segala macam tumbuhan, misalnya tanaman yang menghijau. Warna hijau tanaman disebabkan adanya klorofil. Salah satu tanaman yang mengandung klorofil adalah bayam. Bayam juga mengandung zat besi. Kandungan klorofil dan zat besi berperan dalam eritropoiesis. Zat tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada seseorang yang mengalami anemia.

Anemia adalah penyakit kekurangan darah dengan hemoglobin ≤14 g/dl. Zat besi merupakan unsur yang berperan dalam sintesis hemoglobin. Molekul hemoglobin berupa porfirin dan atom Fe sebagai intinya. Porfirin ini juga merupakan molekul yang membentuk klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorofil dan kadar zat besi (Fe) beberapa spesies bayam terhadap jumlah eritrosit tikus putih (Rattus norvegicus) anemia.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak daun bayam jenis Amaranthus hybridus L., Amaranthus gangeticus L., Amaranthus spinosus L., dan Amaranthus blitum L.. Analisis kadar klorofil dan zat besi dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini bersifat menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 ulangan, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 0,01.

Hasil Uji T-test berpasangan menunjukkan bahwa t hitung ≥ t 0,01(4), artinya jumlah eritrosit tikus kondisi anemia berbeda nyata dengan eritrosit tikus setelah diberi ekstrak beberapa jenis daun bayam. Hasil ANAVA satu jalur menunjukkan F hitung ≥ F tabel 0,01, artinya pemberian ekstrak beberapa jenis daun bayam berpengaruh nyata terhadap jumlah eritrosit tikus putih anemia. Perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian ekstrak daun bayam jenis Amaranthus hybridus L. yang mampu meningkatkan jumlah eritrosit sebesar 6,46 juta. Berdasarkan hasil analisis Korelasi Pearson, terdapat korelasi positif pada kadar klorofil dan zat besi pada beberapa jenis bayam terhadap jumlah eritrosit tikus putih anemia. Koefisien korelasi (r) tersebut berurut-urut 0,81; 0,86; dan 0,69.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kiptiyah, Kiptiyah and Barizi, Ahmad
Keywords: Klorofil; Zat Besi; Bayam; Eritrosit; Tikus Putih; Anemia
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0608 Zoology > 060802 Animal Cell and Molecular Biology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Hesty Fajarwati Suryani Hesty
Date Deposited: 06 Aug 2015 01:21
Last Modified: 06 Aug 2015 01:21
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1047

Actions (login required)

View Item View Item