Perkawinan tanpa menunggu berakhirnya Idah bagi perempuan yang bercerai di bawah tangan perspektif konstruksi social: Studi Kasus di Desa Landak, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura

Ali, Moh (2017) Perkawinan tanpa menunggu berakhirnya Idah bagi perempuan yang bercerai di bawah tangan perspektif konstruksi social: Studi Kasus di Desa Landak, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
15781009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

مستخلص البحث

النِكَاحُ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ لِلْمَرْءَةِ المطَلَّقَةِ غَيْرُ الرَّسْمِيَةِ كَمَا قَدْ حَدَثَ فِي قَرْيَةِ لَانْدَكْ، مَنْطِقَةُ تَانَةْ مِيْرَةْ، مَدِيْنَةُ بَنْكَالَانْج مادُورَا هُوَ عَمَلٌ صَحِيْحٌ وَمُبَاحٌ فِي إِقَامَتِهِ. وَوَاحِدٌ مِنْهُ يُقَامُ ه.س.، هِي مُطَلَّقَةُ بِزَوْجِهَا ت.ب. بَعْدَ تَغْرَبُهُ إِلى مَالَيْزِيَا سَنَةَ وَاحِدَةٌ وَثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ. وَفِي الحَقِيْقَةِ أنَّ المجْتَمَعَ فِيْهَا مِنَ المطَيِّعِينَ فِي الدِّيْنِ كَمَا قِيْلَ هَمْكَا فِي كِتَابِهِ بِالمَوْضُوْعِ "غِيْرَة"، بَلْ بِوُجُوْدِ الحَقِيْقَةِ الاِجْتِمَاعِيَةِ، فَكَأَنَّهَا غَيْرُ مُنَاسَبَةِ بِطَاعَةٍ مُجْتَمَعُ مَادُورَا فِي دِيْنِهِ، خَاصَةٌ لِلْمُجْتَمَعِ فِي قَرْيَةِ لَانْدَكْ.

الهدف مِنْ هَذَا البَحْثِ لِكَشْفِ عَنْ 1) كَيْفَ البنية الِاجْتِمَاعِيَةِ لِلْمَرْءَةِ كَفَاعِلِ النِّكَاحِ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ؟ 2) مَا رَأْيُ البنية الاِجْتِمَاعِيَةِ عِنْدَ العَالِمِ وَالمجْتَمَعِ عَنِ النِّكَاحِ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ فِي قَرْيَةِ لَانْدَكْ، مَنْطِقَةُ تَانَةْ مِيْرَةْ، مَدِيْنَةُ بَنْكَالَانج مَادُورَا؟

اسْتِخْدَمُ هَذَا البَحْثُ بِالمدَخَّل الكَيْفِي وَتَخَطِّيْطُهُ بِدِرَاسَةِ الحَالَةِ/تَجْرِيبِي. وَجَمَعُ البَيَانَاتَ يُقَامُ بِالمقَابَلَةِ وَالوَثَائِقِ. وَتَحْلِيْلُ البَيَانَات يُبْدَأُ بِفحص صدق البَيَانَات باسْتِخْدَامِ المثَلِّث وهُوَ عَرَضَ البَيَانَاتِ وَالتَّحْلِيْلِ بالبنية الاجتماعية فتر ل. برغر (Peter L. Berger) والاسْتِخْلَاص.

نَتَائِجُ البَحْثِ تَدُلُّ عَلَى وَهِي: 1. البنية الاجْتِمَاعِيَةُ لِلْمَرْءَةِ كفاعل النِّكَاحِ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ هِي الَأوَّلُ، تَبْدَأُ مِنْ وُجُوْدِ النموذج المثالي، أي أَنَّ الوَعي عَلَى النِّكَاحِ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ يَكُوْنُ سَبَبًا عَلَى استدعاءِ الفَاعِلِينَ وَرَاغِبِهِمْ وَاهْتِمَامِهِمْ عَلَى بَنَاءِ الِاعْتِقَادِ، أَنَّهُمْ بِإِقَامَتِهِ سَوْفَ يَخْرُجُوْنَ مِنْ حَقِيْقَةِ الحَيَاةِ التِي عِنْدَهُمْ صُعُوْبَةُ فِي ضَمَانِ الحَيَاةِ مُنْفَرِدَةٌ. الَثانِي، وُجُوْدُ النَمُوْذَجِ العَمَلِي، أَيْ أَنَّهُ كَالمسَبَّبِ وُجُوْدِ العَمَلِ لِبَنَاءِ تَضَامَنِ الأُسْرَةِ، الحِفْظُ عَلَى سمعة الأسرة، إعادة التَوَافِقِ بَيْنَ المَرْءَةِ، التَّعَاوَنُ عَلَى العُرْفِ والثقافَةُ وكَلِاَهُمَا عَلَى أَسَاسِ التَّوَافِقِ. الثَالِثُ، وُجُوْدُ النَمُوْذَجِ المقْتَضِيَاتِ، أي أنه جمع مِنَ النَمُوذَجِ المِثَالِي والعَمَلِي. النموذج المثالي فِي النِكَاحِ بِلَا انْتِظَارِ انْهَاءِ العِدَّةِ هُوَ وَجَهَ "ضمير الأسرة" وَ "الحَالُ الإِجْتِمَاعِي". وأَمَّا النَمُوْذَجُ العَمَلِي هُوَ الدَوَافِعُ عَلَى تلبية الاحْتِيَاجَاتِ أَوْ مُقْتَضِيَاتِ الأَفْرَادِ. 2. بنية رَأْيٌ العَالِمُ وَالمجْتَمَعُ هِيَ الأول، وُجُوْدُ الوَعْي لمنع أَكْبَرُ الضَّرُرِ فِي حَيَاةِ المَرْءَةِ التِي تَعِيْشُ متقشفة بَعْدَ الطَلَاقِ وهُوَ كَالنَمُوْذَجِ المِثَالِي، وَيَكُوْنُ سَبَبًا لِوُجُوْدِ الاِسْتِدْعَاءِ والاِهْتِمَامِ عَلَى مُسَاعَدَةِ الرَفَاهِيَةِ لِلْمَرْءَةِ بَعْدَ الطَلَاقِ بِتَحْقِقِ النِكَاحِ بِلَا عِدَّةٍ. الثاني، النِكَاحُ بِلَا انْتِظَارِ انهَاءِ العِدَّةِ يَكُونُ سَبَبًا لِوُجُودِ العَمَلِ لِبَنَاءِ رَفَاهِيَةِ الأُسْرَةِ الشَمُولِيَةِ والمبَسَّطَةِ وهو كَالنَمُوذَجِ العملي. الثالث، وُجُوْدُ النَمُوذَجِ المقْتَضِيَاتِ، أي وُجُودُ الوَجْهَ "الإِنْسَانِي" وَ "الاجْتِمَاعِي" بِجَانِبَ النَمُوذَجِ الخَلْقِي كَالنَمُوذَجِ المثالي. وَأَمَّا النَمُوْذَجِ العَمَلِي هُوَ الدَوَافِعَ عَلَى تلبية احْتِيَاجَاتِ الأفْرَادِ أو فَاعِلِ النِكاَح بِلَا عِدَّةٍ.

ABSTRACT

Marriage without idah period for woman who unregistered divorced in Landak Village Tanah Merah districts Bangkalan Madura, is an action deemed legitimate and allowed. As one of them is done by H.S. she divorced with her husband T.B after being abandoned for one year and three months to Malaysia. Whereas the Madurese, especially Landak society are obedient to their religion, this is as Hamka said in his book "Ghiroh". However, with the social reality, as if refuted about religious obidience of Madurese, especially Landak society.

This research aimed to describe the focus of the problem to be studied. 1) How is the social construction of women who married without idah period?, 2) What is the opinion of social construction of religious figures and society about marriage without iddah period in Landak Village, Tanah Merah districts, Bangkalan, Madura?

This research uses qualitative approach with case study design / empiric. Data was collected by interview technique, and documentation. Data analysis technique begins with checking the data validity by using triangulation of source data, presentation of data, analysis with social construction Peter L. Berger, and conclusion.

The result of this research reveal that: 1. The social construction of women who get married without idah i.e. the first, there is an ideal motive, it’s the awareness of marriage without iddah period is being the cause of their interest and faith. So that they believe that the action can change their reality life which is difficult to pursued alone. The second, there is a practical motive, it’s a marriage without idah that causes a sense of solidity in the family, keep the family reputation, re-creating harmony among women, and help each other to create harmony. The third, there is an interest motive, this motive is a combination of ideal motive and practical motive. The ideal motive in "marriage without idah" is “kinship conscience” and “social status” aspect. While the practical motive is the insistence to meet the individual interest. 2. The construction of religious figures and society i.e. the first, awareness about preventing damage is greater for women who live in poverty after divorce, this is what makes them care in helping women's prosperity after divorce, thus allowing marriage without idah. The second, marriage without idah is as practical motive to make a prosperous family and homely. The third, there is an interest motive. Besides ethical morals as their ideal motive there are humanism and social community aspects. While the practical motive is an impulse to meet individual interest for women who married without idah.

ABSTRAK

Perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah bagi perempuan yang bercerai di bawah tangan sebagaimana yang terjadi di desa Landak Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura, merupakan suatu perbuatan yang dianggap sah dan boleh dilakukan. Sebagaimana salah-satunya dilakukan oleh H.S. ia bercerai dengan suaminya T.B setelah ditinggal merantau selama satu tahun tiga bulan ke Malaysia. Padahal masyarakat Madura khususnya masyarakat desa Landak juga termasuk masyarakat yang taat pada agamanya sebagaimana yang dikatakan oleh Hamka dalam bukunya yang berjudul “Ghiroh”, namun dengan adanya kenyataan/realitas sosial tersebut, seakan terbantahkan mengenai ketaatan masyarakat Madura atas agamanya, khususnya masyarakat desa Landak.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fokus penelitian yang penulis teliti, yakni: 1). Bagaimana konstruksi sosial perempuan pelaku perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah? 2). Bagaimana pandangan konstruksi sosial tokoh agama dan masyarakat tentang perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah di desa Landak, kecamatan Tanah Merah, kabupaten Bangkalan Madura?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus/ empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diawali dengan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber, penyajian data, analisi dengan konstruksi sosial Peter L. Berger, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian menunjukkan: 1. Konstruksi sosial perempuan pelaku perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah ialah, pertama dimulai dari adanya motif ideal, yakni bahwa kesadaran tentang perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah menjadi penyebab adanya keterpanggilan para pelaku, ketertarikan dan lalu mempedulikan untuk membangun keyakinan, bahwa dengan melakukan tindakan tersebut mereka akan keluar dari kenyataan hidup yang menurut mereka sulit ditanggung sendirian. Kedua, adanya motif praktis, yakni perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah menjadi penyebab adanya tindakan untuk membangun soliditas keluarga, menjaga nama baik keluarga, dan mewujudkan kembali kerukunan antar perempuan, saling membantu dalam ruang tradisi dan budaya yang semuanya berbasis pada kerukunan. Ketiga, adanya motif kepentingan, yakni motif penting dan mendesak merupakan gabungan antara motif ideal dan motif praktis. Motif ideal dalam “perkawinan tanpa menunggu berakhirnya idah” adalah aspek “nurani kekeluargaan” dan aspek “status sosial”. Sedangkan motif praktisnya ialah, dorongan untuk memenuhi keinginan atau kepentingan individu. 2. Sedangkan konstruksi pandangan tokoh dan masyarakat ialah, pertama adanya kesadaran tentang mencegah modorot lebih besar dalam kehidupan perempuan yang hidup serba kekurang setelah bercerai sebagai motif ideal, menjadi penyebab adanya keterpangilan dan kepedulian dalam membantu kesejahteraan perempuan setelah bercerai dengan terwujudnya perkawinan tanpa idah. Kedua, perkawinan tanpa menunggu habisnya idah mejadi penyebab adanya tindakan untuk membangun kesejahteraan keluarga yang utuh dan bersahaja sebagai motif praktis. Ketiga, adanya motif kepentingan, yakni adanya aspek “humanism” dan aspek “sosial masyarakat” disamping moral etik sebagai motif idealnya. Sedangkan motif praktisnya ialah, dorongan untuk memenuhi kepentingan individu atau para pelaku perkawinan tanpa idah.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Fadil, Fadil and Sudirman, Sudirman
Keywords: نِكَاح; عِدَّة; بنية اِجْتِمَاعِيَةِ; Marriage; Idah; Social Construction; Perkawinan; Idah; Konstruksi Sosial
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 14 Mar 2018 08:23
Last Modified: 14 Mar 2018 08:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10236

Actions (login required)

View Item View Item