الجـرائم الأسـرية وعقـوباتُها في منظـور الشـريعة الإسلاميـة وقـانون العقوبات الليـبي: دراســة تحليـليه مقــارنـة

Alehirish, Mohamed Hamed Mohamed (2016) الجـرائم الأسـرية وعقـوباتُها في منظـور الشـريعة الإسلاميـة وقـانون العقوبات الليـبي: دراســة تحليـليه مقــارنـة. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14751011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

مستخلص البحث

هدفت الدراسة إلى معرفة وتحليل الجرائم الداخلة على الاسر ودراستها بشكل مفصل وافرادها بشكل صريح ومستقل عند فقهاء الإسلام الأربعة وقانون العقوبات الليبي, بهدف معالجة وتطوير هذا القانون بما لا يتعارض مع الشريعة الإسلامية وتحديد موقف قانون الاحوال الشخصية الليبي من تلك الجرائم.

إبراز وتحديد الجوانب الفقهية والقانونية من خلال الوقوف على العقوبات القانونية التي فرضها المشرع الليبي لهذه الجرائم ومقارنتها بالفقه الإسلامي.

واستخدم الباحث المنهج الوصفي التحليلي, حيث قام بجمع المعلومات من الكتب القانونية الليبية ومدونة قانون العقوبات الليبي, وتطرق الباحث الى جمع المعلومات الإسلامية من خلال الكتب الفقهية, ولتحليل البيانات قام الباحث أولاً بعرض البيانات لكل فقرة ثم تحليلها ومناقشتها من حيث القانون الليبي وأقوال و أراء فقهاء المذاهب الأربعة, ومن ثم مقارنتها واستخلاص النتائج منها .

أما عن نتائج البحث : فقد توصل الباحث من خلال البحث أن المشرع الليبي لا يبعد كل البعد عن الشريعة الإسلامية من حيث تقنين الجرائم الأسرية والعقوبات المفروضة عليها وإن خالفها في بعض الأمور بشكل صريح بذريعة ضمان حقوق الناس وأمنهم واستقرارهم, وذلك لعدم تطويره وإجراء التعديلات عليه .

أما عن موقف قانون الأحوال الشخصية الليبي فهو لم يتطرق الى جرائم إساءة معاملة أفراد الأسرة وجرائم سوء إستعمال وسائل الاصلاح والتربية بشكل خاص وإنما تركها لقانون العقوبات جنائياَ الا في بعض المسائل والأمور التنظيمية فلم يجرم ولم يعاقب, فكان مساعداً وسانداً وشارحاً للأحوال الأسرية التي سنها قانون العقوبات وداعماً للقضاء في تحديد الوصف والتكيف القانوني للجريمة .

كما أورد الباحث بعض التوصيات من أهمها مناشدة الهيئات المسؤولة في ليبيا على تعديل القوانين بأن يتم إعادة النظر في بعض النصوص المتعلقة بجرائم الأسر في قانون العقوبات الليبي ومعالجتها وتعديل بعض القصور فيها بما يتوافق مع الشربعة الإسلامية .

كما أوصى الباحث بإن يتم تخصيص مناهج خاصه تدرس في الجامعات الليبية لتهيئة الشباب وتعريفهم بمدي خطورة هذه الجرائم أو أقامة حملات توعوية سنوية عبر وسائل الأعلام أو من خلال أئمة المساجد وغيرهم للحد من تزايد هذه الجرائم التي تنتج عنها تفكك الأسر وتعمل على انحراف الأبناء

ABSTRACT

The study aims to find out and analyze domestic violence, and study it in detail, openly and independently based on the perspectives of four Islamic main fiqh ulemas and Libyan criminal law in order to review and develop the law so it will not against Islamic law and determine the position of Libyan family law to the crimes. Furthermore, it aims to monitor and determine the jurisprudence aspect and the law by studying the law sanction set by Libyan law maker and compare it with Islamic law.

The researcher employs a descriptive analysis method and collects the data from Libyan law reference textbooks and criminal law encyclopedia. Data related with Islamic law are from several fiqh books. Then the researcher analyzes the data by representing them on each theme and reviewing them from the perspective of Libyan law and four main ulemas. The last steps are compare and draw the conclusion from the study.

The result shows that the Libyan law maker is in accordance with Islamic law in making law on domestic violence and its sanction. However, the implementation of the law is sometimes different in some cases due to some reasons such as maintaining human rights, safety and stability. The fact is caused by the lack of development and adjustment of the law.

The Libyan family law has no explicit explanation on domestic violence and mediator misuse, and it delegates them to criminal law. However, the explanation will help to strengthen the argument and clarify the family condition in criminal law. It also help judges to determine the condition and law adjustment to a certain crime. In some cases, the suspects are not brought to trial and punished. The researcher give some recommendations: The authorized institutions should change some criminal laws in Libya by reviewing some articles dealing with domestic violence. Furthermore, they should review and improve the weakness of the law so it will be in accordance with Islamic law. The researcher also recommends a special curriculum making taught in some Libyan universities to prepare the young generation and introduce them to the danger of domestic violence and campaign for their awareness annually through media or mosque imams to prevent the violence which may leads to family separation and children behavior deviation.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan mempelajarinya secara detail, terbuka dan independen menurut sudut pandang para ulama fiqih islam yang empat dan hukum pidana Libya, dengan tujuan untuk mereview dan mengembangkan hukum ini, agar tidak bertentangan dengan hukum Islam dan menentukan kedudukan hukum keluarga Libya terhadap kejahatan tersebut. Serta untuk menyoroti dan menentukan aspek yurisprudensi dan hukum melalui beberapa kajian pada sanksi hukum yang dikenakan oleh pembuat hukum Libya untuk kejahatan tersebut dan untuk mengkomparasikan dengan hukum Islam.

Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, pengumpulan data melalui beberapa kitab referensi hukum Libya dan ensklopedia hukum pidana Libya. Sedangkan data yang berkaitan dengan hukum islam dikumpulkan dari beberapa kitab fiqih, kemudian peneliti menganalisis data tersebut daengan cara menampilkan data pada tiap tema, menganalisis, membahasnya dari segi hukum Libya dan pernyataan serta pendapat para ulama fiqih madzhab empat, kemudian mengkomparasikan dan menarik kesimpulan dari hal tersebut.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuat hukum Libya tidak jauh berbeda dari hukum Islam dalam hal pembuatan hukum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) beserta sanksinya, meskipun berbeda pada beberapa kasus dengan dalih menjaga hak-hak manusia, keamanan dan stabilitas mereka, dan hal itu dikarenakan tidak adanya pengembangan serta penyesuaian hukum tersebut.

Adapun kedudukan hukum keluarga Libya tidak mengulas penganiayaan salah satu anggota keluarga dan penyalahgunaan mediator dan pendidikan secara ekplisit, akan tetapi melimpahkan hal tersebut ke hukum pidana, namun dalam beberapa permasalahan dan kasus tidak dikriminalisasi dan tidak dihukum, sedangkan hal tersebut adalah alat bantu, penguat argumen dan penjelas dari kondisi keluarga yang berlaku dalam hukum pidana. Dan membantu pengadil (hakim) dalam menentukan kondisi dan kesesuain sebuah hukum terhadap kejahatan. Peneliti memeberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut: mengharap kepada otoritas yang bertanggung jawab terhadap hukum di Libya untuk mengubah beberapa undang-undang dengan mengkaji kembali beberapa pasal yang berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ada dalam hukum pidana Libya. Dan hendaknya meriview kembali dan menyelesaikan beberapa kekurangan didalamnya sehingga sesuai dengan hukum Islam. Sebagaimana peneliti juga merekomendasikan penyusunan kurikulum khusus yang akan diajarkan di beberapa universitas Libya untuk mempersiapkan generasi muda dan memperkenalkan mereka kepada bahaya kejahatan ini atau membentuk kampanye kesadaran setiap tahun melalui media atau melalui para imam masjid dan yang lain untuk membatasi pertumbuhan kejahatan ini yang mengakibatkan disintegrasi keluarga dan penyimpangan perilaku anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Arfan, Abbas and Suwandi, Suwandi
Keywords: الجرائم الأسرية; الشريعة الإسلامية; العقوبات الليبي; Domestic violence; sanction; Islamic law; Libyan Criminal Law; KDRT; Sanksi; Hukum Islam; Hukum Pidana Libya
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Ilmu Agama Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 12 Mar 2018 09:10
Last Modified: 12 Mar 2018 09:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10213

Actions (login required)

View Item View Item