Praktik dagang wilayah perbatasan dalam perspektif Ekonomi Islam: Studi Kasus Kawasan Perbatasan RI-Papua New Guinea Di Kota Jayapura

Affandy, Fachrudin Fiqri (2017) Praktik dagang wilayah perbatasan dalam perspektif Ekonomi Islam: Studi Kasus Kawasan Perbatasan RI-Papua New Guinea Di Kota Jayapura. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15800004.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Kawasan perbatasan yang jauh dari pusat pemerintahan dan minimnya fasilitas berdampak pada lemahnya pengawasan terhadap aktivitas masyarakat sekitar kawasan perbatasan. Masih banyak dijumpai bentuk pelanggaran dalam aktivitas ekonomi seperti perdagangan ilegal, penyelundupan, hingga peredaran narkoba yang dilakukan oleh masyarakat kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik dagang di wilayah perbatasan Indonesia-PNG di Kota Jayapura, dengan sub fokus penelitian : (1) Praktik perdagangan, (2) Kondisi perekonomian pedagang. (3) Praktik dagang yang dilakukan perspektif ekonomi Islam.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji credibility, Transferability, Dependability, dan Confirmability

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Praktik perdagangan di perbatasan Skouw dapat dilihat dari 8 aspek : a). Aktivitas jual beli yang dilakukan telah mencerminkan sikap kerelaan dibuktikan dengan saling menerimanya penjual dalam alat tukar dan pembeli dalam harga. b). barang yang diperjual belikan merupakan barang-barang yang biasa dikonsumsi masyarakat, c). Kesepakatan menggunakan bahasa Inggris Fijin sebagai alat komunikasi untuk mencapai kesepakatan. d). Nilai tukar yang disepakati, yaitu mata uang Rupiah dan Kina. e). Sarana pendukung perdagangan money changer belum tersedia. f). Adanya klasifikasi transaksi perdagangan yang bertujuan untuk menambah pendapatan negara. g). Mekanisme permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh faktor harga. h). Mekanisme pembentukan harga dipengaruhi faktor adanya permintaan dan penawaran. (2) Kondisi perekonomian pedagang: a). Pemenuhan kebutuhan hidup. b). Adanya peningkatan pendapatan. (3) Praktik dagang : a). Praktik jual beli langsung (Ba’i Al-Muthlaq) jual beli menggunakan uangsebagai alat tukar, b). Praktik jual beli dengan pesanan (Ba’i Al-Salam) ada yang menerapkan deposit dan pembayaran di awal waktu. c). Jual/beli mata uang (Ba’i As-Sharf) baik yang sejenis maupun mata uang yang berbeda dengan mengambil keuntungan. d). Peredaran Narkoba dan miras di kawasan perbatasan masih dilakukan secara ilegal, e). Perdagangan ilegal dilakukan untuk memasukkan produk Indonesia ke PNG tanpa melalui bea cukai

ABSTRACT

The border area where is far from governmental center and minimum facilities will affect the weak supervisory for the citizen activity in border area. There are many infringements in economy activities such as illegal trading, smuggling, and drug trading done by people of both countries. This research aims to discover the trading practice in the border area of Indonesia-PNG in Jayapura, with research’s sub-focus: (1) Trading practice, (2) Traders’ economy condition, and (3) Trading practice done in Islamic perspective.

This research is qualitative using case study approach. The data collection uses observation, deep interview and documentation techniques. The data analysis technique uses data reduction, data display and conclusion. The data validation uses tests of credibility, transferability, dependability, and conformability.

The result shows that: (1) Trading practice in Skouw border can be seen from eight aspects: a). Trading activity done reflects willingness attitude shown by the agreement of traders in changing tools and buyer in price, b) The goods traded are daily goods, c) The agreement is using English Fijin as communication tool to achieve agreement, d) The exchange rates are Rupiahs and Kina, e) Money Changer as supporting trading facility is not available, f) The trading transaction classification aims to add national income, g) The mechanism of demand and bargain is affected by price factor, h) The mechanism of price is affected by demand and bargain factors. (2) Traders’ economy condition: a) Fulfill the life needs, b) The income increase, (3) Trading practice: a) Direct trading practice (Ba’i Al-Muthlaq) trading using money as a rate, b) Trading practice with order (Ba’i Al-Salam), apply deposit and full payment in advance, c) Trading currency (Ba’i As-Sharf) either same or different currency with profit, d) Trading drugs and alcohol in border area is still done illegally, and e) Illegal trading is done to export Indonesian product to PNG and vice versa without passing excise tax

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Djalaluddin, Ahmad and Munir, Misbahul
Keywords: Praktik dagang; Perbatasan; Ekonomi Islam; Trading Practice; Border; Islamic Economy
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 09 Mar 2018 09:12
Last Modified: 09 Mar 2018 09:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10200

Actions (login required)

View Item View Item